JURNALSUKABUMI.COM – Refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Sukabumi ke-150 jatuh pada 10 September menjadikan momentum untuk menjadikan Sukabumi yang lebih unggul, maju dan harmoni, hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara, dalam acara Paripurna HUT Kabupaten Sukabumi Ke-150 di Aula DPRD Kabupaten Sukabumi, Jalan Jajaway, Palabuhanratu, Kamis (10/09/20).
“Usia 150 ini bukanlah usia muda. Tapi dimana usia yang harus matang dalam pengembangan Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Manusia yang unggul Sukabumi kedepan,” ungkap Yudha.
Ia menegaskan, di usia matang ini, sudah sewajarnya kemajuan tercermin dalam berbagai bentuk pembangunan yang ada. Ia menyebut, pembangunan yang dimaksud bukan hanya dari segi fisik, melainkan juga non fisik yang melibatkan unsur masyarakat di dalamnya. Sebab, di era demokrasi seperti sekarang ini, masyarakat menjadi ujung tombak pemerintah dalam memajukan sebuah daerah.
Kita lihat, sudah banyak hasil pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Sudah banyak buktinya dan bisa dikatakan pembangunan terus berjalan sesuai harapan sebagian masyarakat. Saya katakan sebagian, karena memang pembangunannya belum merata. Belum sepenuhnya menyentuh seluruh lapisan masyarakat yang ada di setiap pelosok daerah. Itu dirasa wajar, mengingat Kabupaten Sukabumi sangat luas mencakup 47 kecamatan,” terangnya.
“Pemkab Sukabumi wajib melakukan perubahan ke arah yang lebih maju dan modern agar pembangunan dapat dilakukan secara merata ke seluruh pelosok. Pembangunan yang mencakup segala hal ya. Dari mulai infrastruktur hingga pembangunan sumber daya manusia yang ada di setiap pelosok daerah Kabupaten Sukabumi,” imbuhnya.
Dengan potensi melimpah yang dimiliki, kata Yudha, masih banyak hal yang harus dikembangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi untuk memajukan daerah. Potensi yang ada seharusnya dapat dimaksimalkan untuk meraup Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, akan sangat membanggakan jika Kabupaten Sukabumi mampu menyuplai hasil pertanian dan kelautan ke daerah lain. Bukan malah sebaliknya.
“Permodalan hingga pangsa pasar juga harus di carikan bagi masyarakat. Sehingga para pelaku usaha sejahtera dan Pemda mendapatkan PAD dari situ,” pungkasnya.
Reporter:Ifan || Redaktur: FK Robbi












