Legislator ‘Jajaway’ Ini Rangkul Berbagai Komunitas Lebih Cintai Alam

Sabtu, 1 Agustus 2020 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tepat di malam setelah Idul Adha, kesibukan kecil terlihat di lereng Pangrango, tepatnya di Champing Ground Bukit Bodogol yang terletak di Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi waktu itu.

Nuansa malam, baru saja dirasakan dengan diselimuti semburat jingga senja tersisa sedikit di balik Gunung Salak. Beberapa komunitas sudah mulai masuk ke lokasi perkemahan yang baru seminggu dibuka ini, termasuk beberapa tenda juga sudah dipasang.

Tepat, selepas Isya api unggun mulai dinyalakan untuk mengurangi dingin malam di Bukit Bodogol yang menjadi salah satu obyek wisata teranyar ini. Nampak, komunitas pencinta alam, komunitas motor, komunitas musisi, dari berbagai daerah pun kumpul disana.

“Ini acara malam kebersamaan. Hadir juga komunitas musik dari Parungkuda, Cidahu, Cicurug, Kalapanunggal, Nagrak, dan Cibadak. Bahkan, asal Bogor pun ikut hadir,” ujar Penggagas Acara Agus Mulyadi, seorang Politisi dan Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi itu.

Sosok Agus yang memang dikenal dekat dengan berbagai komunitas di Kabupaten Sukabumi dan Bogor itu pun nampaknya berhasil menjadi daya magnet mengisi kebersamaan dalam acara tersebut.

“Intinya, bagaimana manusia harus ikut aktif dalam menjaga keseimbangan alam, manjaganya dengan serius, agar alam menjadi sahabat baik bagi kehidupan,” kata Legislator Jajaway itu.

Dengan alam, manusia perlu belajar tentang pentingnya menanam, pentingnya mengamati sebuah proses tumbuh sebagai hal yang harus disyukuri.

“Filosofi menanam, merawat, dan tumbuh dapat di pakai dalam setiap alur cerita hidup sebagai credo, sebagai motivasi untuk bangkit dan bersinar,” ulas Agus.

Malam semakin larut, kehangatan kian terasa dengan konsep konser mini akustik yang diisi berbagai lagu tentang alam dan semangat membangun itu.

“Pesan saya, Bukit Bodogol harus bersama dijaga dan dimanfaatkan sebagai sarana untuk menikmati alam, bersilaturahmi dan menjadi tempat tumbuh menjadi sebuah keluarga yang mencintai alam,” pungkasnya.

Acar yang ditutup pada hampir tengah malam itu, akan menyisakan sebuah cerita indah, kerinduan akan kebersamaan, dan semangat membangun dan menjaga Sukabumi.

Reporter: Herwanto II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Soal Dualisme KNPI Palabuhanratu, H. Junajah Kenang Masa Kepemimpinannya: Dulu Hanya Satu
Wabup Andreas Traktir Warga Cilok Usai Resmikan Jembatan di Cibadak
Melihat Langsung Ciptamulya, Iman Adinugraha Dorong Pemulihan Kampung Adat
Rezal Pimpin KNPI Palabuhanratu, Gilang Targetkan Organisasi Lebih Progresif
Afiny Maulida Syifa Mahasiswi UMMI Raih Penghargaan ICEECE 2026 Tingkat Internasional
Pesan SMSI Jabar, Hardiansyah: Optimalisasi Media Sosial Kunci Solusi Pendapatan Perusahaan Media! ‎ 
Doni Damara Tawarkan Wajah Baru KNPI Bantargadung, Dari Wirausaha hingga Literasi Digital
Demi Setetes Madu Hutan, Pepen Rela Pertaruhkan Nyawa di Pohon Raksasa Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:03 WIB

Soal Dualisme KNPI Palabuhanratu, H. Junajah Kenang Masa Kepemimpinannya: Dulu Hanya Satu

Senin, 27 Juli 2026 - 18:43 WIB

Wabup Andreas Traktir Warga Cilok Usai Resmikan Jembatan di Cibadak

Senin, 27 Juli 2026 - 07:50 WIB

Melihat Langsung Ciptamulya, Iman Adinugraha Dorong Pemulihan Kampung Adat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rezal Pimpin KNPI Palabuhanratu, Gilang Targetkan Organisasi Lebih Progresif

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:15 WIB

Afiny Maulida Syifa Mahasiswi UMMI Raih Penghargaan ICEECE 2026 Tingkat Internasional

Berita Terbaru