JURNALSUKABUMI.COM – Ambruknya perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Jalan Alternatif Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, membuat geram DPRD Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, baru selesai seminggu dibangun, kembali ambruk dengan menelan dana hampir sebesar Rp 200 juta.
Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Muhammad Yusuf menyayangkan pekerjaan tersebut, apalagi baru sepekan selesai diperbaiki.
“Anggaran sebesar itu sia-sia terbuang percuma. Baru mulai dibangun 20 Mei lalu dan selesai di pekan pertama Juli, tentunya mengejutkan kita semua. Walaupun penyebab utama adalah karena lebatnya curah hujan, namun kita tidak bisa menyalahkan faktor alam loh,” ujar Legislator yang berangkat dari Dapil II itu saat dihubungi jurnalsukabumi.com, Sabtu (18/07/2020).
Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Sukabumi ini meminta dinas terkait harus di cek kembali bagaimana pengawalan jalannya proses pembangunan TPT tersebut, dari mulai kelayakan dan standar pengerjaannya. Apakah memang sudah sesuai atau ada faktor lainnya. Apalagi jalan alternatif tersebut semenjak pembangunan seksi 2 Tol Bocimi ini juga dilewati kendaraan berat.
“Dinas juga bisa meminta kembali cv pelaksananya karena masih dalam waktu pelaksanaan sebagai bentuk tanggung jawab dalam melakukan pengerjaan. Apakah memang masih menjadi tanggung jawabnya atau memang sudah beres,” tegas Yusuf.
Hal serupa dilontarkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yudi Suryadikrama. Politisi ini lebih menekankan soal perencanaan pengerjaan TPT tersebut sebelumnya.
“Tanahnya tidak stabil harusnya awal pengerjaan dilihat dulu sisi pengerjaannya. Tapi saya sudah komunikasikan supaya segera ditangani,” tegas Ketua DPC PDIP Kabupaten Sukabumi itu.
Reporter: Herwanto II Redaktur: Ujang Herlan












