JURNALSUKABUMI.COM – Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ciwaru di Kecamatan Ciemas mulai menunjukkan potensinya sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir. Kawasan yang dikelola ratusan nelayan itu mencatat produksi perikanan mencapai 150 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp1,5 miliar.
Potensi tersebut menjadi perhatian dalam puncak Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) 2026 di KNMP Ciwaru, Desa Ciwaru, Rabu (4/11/2026).
Bupati Sukabumi H. Asep Japar mengapresiasi dukungan KKP dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan, khususnya melalui pembangunan KNMP Ciwaru. Menurutnya, program tersebut bukan hanya menghadirkan fasilitas bagi nelayan, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan produktivitas perikanan.
Asep Japar menilai keberadaan KNMP dapat memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat pesisir di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.
Meski demikian, ia berharap dukungan pemerintah pusat terus diperkuat, terutama dalam peningkatan kapasitas nelayan dan pemenuhan sarana pendukung sektor perikanan.
“Kami berharap dukungan pemerintah pusat terhadap sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Sukabumi terus diperkuat. Sebab, potensi yang ada bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pembangunan KNMP merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penyediaan infrastruktur dan fasilitas pendukung.
KKP juga merencanakan pengembangan budidaya ikan air tawar di 381 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Sukabumi. Setiap wilayah direncanakan memiliki fasilitas budidaya dengan kebutuhan lahan sekitar 1.000 meter persegi.
Selain pengembangan budidaya, KKP akan mendorong modernisasi kapal nelayan serta memetakan kebutuhan masyarakat pesisir. Sejumlah kebutuhan yang menjadi perhatian di antaranya ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), pabrik es, mesin kapal, akses pasar, hingga pembangunan pemecah ombak di kawasan Ujung Genteng.
“Beberapa hal yang menjadi perhatian di antaranya ketersediaan BBM, pabrik es, mesin kapal, akses pasar, hingga pembangunan pemecah ombak di kawasan Ujung Genteng,” kata Trenggono.
Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Dr. Pung Nugroho Saksono, menjelaskan KNMP Ciwaru dibangun pada 2025 di atas lahan seluas 2.200 meter persegi. Saat ini, kawasan tersebut telah beroperasi dan dikelola 416 nelayan dengan dukungan 284 kapal.
Dengan capaian produksi perikanan mencapai 150 ton dan nilai ekonomi sekitar Rp1,5 miliar, KNMP Ciwaru dinilai memiliki potensi untuk terus dikembangkan.
“KNMP Ciwaru berpotensi menjadi penggerak ekonomi baru bagi masyarakat setempat,” ungkapnya.
Puncak Bulan Bakti KKP 2026 turut dihadiri Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, Dirjen PSDKP Dr. Pung Nugroho Saksono, anggota Komisi IV DPR RI Slamet, unsur Forkopimda, serta sejumlah undangan.
Kegiatan tersebut digelar serentak di 27 lokasi KNMP di berbagai wilayah Indonesia. Rangkaian kegiatannya meliputi penyaluran sembako, asuransi nelayan, bibit ikan, sarana pengolahan hasil perikanan, pelayanan kesehatan, pelatihan nelayan, hingga aksi bersih pantai dan penanaman mangrove.
Reporter: Ilham Nugraha
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar