JURNALSUKABUMI.COM – Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi, menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Tidak hanya dikenal sebagai wilayah strategis di jalur penghubung Sukabumi–Jakarta, Ciambar juga memiliki kekayaan alam, sektor pertanian, hingga destinasi wisata alam dan religi yang menjanjikan untuk dikembangkan.
Dengan kondisi geografis berupa perbukitan dan lembah serta berada pada ketinggian 550 hingga 750 meter di atas permukaan laut (mdpl), Kecamatan Ciambar memiliki udara yang relatif sejuk. Kondisi tersebut menjadi salah satu keunggulan wilayah yang berpotensi mendukung pengembangan sektor pertanian maupun pariwisata.
Camat Ciambar, Ening Lasminingsih, mengatakan, wilayah yang merupakan satu dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi tersebut memiliki luas mencapai 5.130,02 hektare. Sebagian besar wilayahnya dimanfaatkan untuk berbagai sektor, mulai dari persawahan, perkebunan, kehutanan, ladang, tegalan hingga permukiman.
“Sektor pertanian menjadi salah satu potensi unggulan Kecamatan Ciambar. Hal itu terlihat dari luas lahan persawahan yang mencapai 2.066,72 hektare,” ungkap Ening kepada wartawan, belum lama ini.
Menurutnya, selain memiliki kekuatan di sektor pertanian, Ciambar juga menyimpan daya tarik wisata alam yang patut diperhitungkan. Salah satunya Curug Luhur yang berada di Desa Ginanjar.
Keberadaan Curug Luhur menjadi salah satu potensi wisata yang dapat dikembangkan untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Ciambar bukan hanya menawarkan potensi pertanian, tetapi juga memiliki pesona alam yang menarik. Salah satunya Curug Luhur di Desa Ginanjar yang bisa menjadi daya tarik wisata,” jelasnya.
Tak hanya wisata alam, Kecamatan Ciambar juga mempunyai potensi wisata religi. Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian di antaranya Darul Habib dan Makam Kasepuhan.
Potensi tersebut semakin diperkuat dengan keberadaan banyak pondok pesantren yang mencerminkan kuatnya kehidupan keagamaan dan pendidikan Islam di tengah masyarakat.
Dari sisi kependudukan, berdasarkan data Juni 2021, Kecamatan Ciambar memiliki 42.241 jiwa penduduk, terdiri dari 21.784 laki-laki dan 20.457 perempuan, dengan jumlah 13.495 kepala keluarga. Mayoritas masyarakatnya beragama Islam, yakni mencapai 99,90 persen, dengan sektor pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama.
Ening menambahkan, keberagaman aktivitas masyarakat, baik di bidang ekonomi, sosial maupun budaya, menjadi modal penting dalam mendukung kemajuan wilayah.
Selain itu, keberadaan kantor pemerintahan dan lembaga pendukung seperti Koramil, Polsek serta kantor urusan agama turut memperkuat pelayanan dan koordinasi pemerintahan di tingkat kecamatan.
Menurutnya, potensi Ciambar akan semakin berkembang apabila didukung sinergi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, masyarakat hingga sektor swasta.
“Dengan berbagai potensi yang dimiliki, Kecamatan Ciambar memiliki peluang besar untuk berkembang. Kami berharap sektor pertanian, pariwisata, ekonomi masyarakat, serta potensi sosial budaya dapat terus ditingkatkan sehingga memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tandasnya.
Dengan kekayaan alam, lahan pertanian yang luas, serta potensi wisata alam dan religi, Ciambar memiliki modal kuat untuk tumbuh menjadi salah satu wilayah penyangga ekonomi dan destinasi wisata potensial di Kabupaten Sukabumi.
Reporter: Idris Andriansah
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar