JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terus berupaya menumbuhkan kesadaran pelestarian alam terhadap para pelajar. Melalui Program Adiwiyata, puluhan sekolah di berbagai kecamatan kini secara aktif dibina untuk menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui Program Adiwiyata ini menyasar ke sejumlah sekolah. DLH Sukabumi melibatkan seluruh warga di lingkungan sekolah dalam hal ini guru, tenaga kependidikan, dan para pelajar dalam berbagai kegiatan praktis, mulai dari penyuluhan pengelolaan sampah, penanaman pohon, pemilahan sampah, efesiensi air dan energi.
Kepala Bidang Kemitraan dan Penataan Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Sukabumi, Arli Harliana, menegaskan tahun ini, sebanyak 42 sekolah diusulkan mengikuti pembinaan program Adiwiyata.
Usulan tersebut berasal dari Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, masing-masing mengajukan 21 sekolah.
Namun, kata Arli Harliana, dari puluhan sekolah tersebut, baru 15 sekolah yang dinilai memenuhi kriteria untuk ditindaklanjuti sebagai calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sukabumi.
Lanjutnya, pelajar adalah agen perubahan masa depan. Jika sejak di sekolah mereka sudah terbiasa memilah sampah, menjaga kebersihan, dan menanam pohon, maka kesadaran itu akan terbawa hingga dewasa.
”Kami ingin lingkungan hidup bukan sekadar pelajaran di buku, melainkan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah,” ujar Arli Harliana.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah menekan angka produksi sampah serta mencegah kerusakan lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. DLH Sukabumi berkomitmen terus memperluas jangkauan pembinaan agar semakin banyak sekolah yang berpartisipasi aktif menjaga kelestarian lingkungan.
”Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, dimulai dari hal-hal kecil di sekitar tempat tinggal masing-masing,” tandasnya.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan











