Bukan Sekadar Tradisi, Penyatuan Air di Sekar Budaya Jadi Simbol Persatuan Sukabumi

Kamis, 10 September 2026 - 12:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Air dari berbagai wilayah Kabupaten Sukabumi dikumpulkan dan disatukan dalam satu kendi. Bukan sekadar prosesi budaya, simbol tersebut menggambarkan pesan tentang bagaimana perbedaan wilayah, karakter masyarakat hingga potensi daerah dapat dipertemukan dalam satu tujuan.

Pesan itu menjadi salah satu gambaran yang menonjol dalam Sekar Budaya rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156 di Alun-alun Palabuhanratu, Kamis (10/9/2026).

Nuansa Sunda terasa kuat sepanjang kegiatan. Bahasa Sunda, pakaian adat dan beragam kesenian tradisional tidak hanya menjadi pelengkap suasana, tetapi menjadi cara untuk kembali mengingat identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Di balik pertunjukan seni dan tradisi tersebut, terdapat persoalan yang lebih besar: bagaimana budaya tetap hidup ketika generasi terus berubah.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadikan momentum Sekar Budaya sebagai salah satu ruang untuk memperkenalkan kembali warisan budaya kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Sebab, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuk keseniannya, tetapi juga menjaga nilai yang hidup di dalamnya.

Salah satunya tercermin melalui penyatuan air dari sejumlah wilayah Sukabumi. Air yang berasal dari tempat berbeda itu kemudian disatukan dalam sebuah kendi.

Simbol tersebut menggambarkan bahwa Sukabumi tidak berdiri dari satu wilayah atau satu kelompok saja. Kabupaten yang memiliki wilayah luas dengan karakter geografis dan potensi yang beragam itu membutuhkan kebersamaan agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Bupati Sukabumi Asep Japar mengatakan, HJKS ke-156 seharusnya tidak berhenti sebagai peringatan tahunan. Hari jadi, menurutnya, menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang daerah sekaligus meneruskan semangat para pendahulu melalui kerja nyata.

“Semangat, keteladanan, dan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan para pendahulu harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” ujar Bupati.

Bagi Asep Japar, mengenang perjalanan Kabupaten Sukabumi harus diikuti dengan pengabdian kepada masyarakat. Rasa syukur atas perjalanan panjang daerah tidak cukup disampaikan melalui peringatan, tetapi perlu diterjemahkan dalam kepedulian, kerja dan kontribusi terhadap pembangunan.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Semangat gotong royong dan kolaborasi dinilai menjadi bagian penting untuk menjawab berbagai kebutuhan daerah, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, pelestarian lingkungan hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, dan perlindungan dalam setiap ikhtiar kita untuk mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Empat Tahun Longsor, Jalan Bojongkopi Mulai Dibangun Berkat Dorongan Dewan Teddy
TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Utama
Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon
Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring
Becak Listrik Bantuan Presiden Siap Diserahkan kepada Warga Sukabumi
BPJS PBI Nonaktif, KNPI Palabuhanratu Desak Selaraskan Pelayanan dengan Jaminan KDM
Senyum 26 Anak Warnai Khitanan Massal Gratis di Hari Santri Sukabumi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Empat Tahun Longsor, Jalan Bojongkopi Mulai Dibangun Berkat Dorongan Dewan Teddy

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Utama

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB

HEADLINE

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:00 WIB