Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

‎ JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menegaskan kepada pelaku usaha peternakan ayam agar menjadikan dampak terhadap lingkungan sebagai prioritas utama dalam menjalankan usahanya.

‎Hal ini disampaikan menyusul berbagai keluhan warga terkait gangguan yang ditimbulkan dari aktivitas peternakan, salah satunya yang dikeluhkan warga Darmareja Nagrak atas gangguan lalat dan bau tidak sedap.

‎Melalui Kepala Bidang Kemitraan dan Penaatan Hukum Lingkungan (KPHL) DLH Kabupaten Sukabumi, Arli Harliana, pihaknya memahami bahwa usaha peternakan memiliki peran penting bagi perekonomian.

‎Namun demikian, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan hidup dan masyarakat sekitar tidak boleh diabaikan. Pengelolaan limbah, pengendalian bau, dan populasi hama harus menjadi prioritas utama.

‎”Usaha yang sehat harus berjalan berdampingan dengan lingkungan yang bersih dan tidak menimbulkan keresahan yang berdampak pada kesehatan masyarakat,” jelas Arli.

‎DLH juga menegaskan kepatuhan terhadap aturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk tanggung jawab sosial terhadap masyarakat. Jika ada pelanggaran yang ditemukan, pihaknya mengambil langkah penegakan sesuai ketentuan yang ada.

‎”Harmoni antara pengusaha dan warga harus terjaga. Jika pengelolaan dilakukan dengan benar, peternakan dapat berkontribusi positif tanpa menimbulkan keresahan. Kami siap mendampingi dan membimbing, namun kami juga tegas terhadap pelanggaran yang merugikan warga disekitarnya,” tandasnya.

‎

‎Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas

Berita Terbaru