Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga Kampung Ciawitali, RT 03/07, Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang pria bernama Sutrisno (28) yang nekat gantung diri (Gandir) dalam kondisi tergantung di pintu rumahnya, Senin (19/10/2026).

Kanit Reskrim Polsek Nagrak, Aipda Andi Sukanda, mengatakan korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh kakak iparnya yang hendak mengambil kunci rumah yang dititipkan oleh suaminya, Anton Suntoro (43), kakak kandung korban.

Saat tiba di lokasi, saksi sempat memanggil korban untuk meminta kunci rumah. Namun, karena tidak mendapat jawaban, saksi mendatangi rumah korban dan mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung.

“Saksi kemudian berteriak memberitahukan keaada suaminya bahwa korban sudah gantung diri,” ujar Aipda Andi Sukanda kepada Jurnalsukabumi.com.

Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada Anton Suntoro dan Acep Supriatna (45), warga setempat.

Petugas Polsek Nagrak bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Nagrak kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban. Berdasarkan keterangan kepolisian, ditemukan tanda jeratan di bagian leher dan tidak ditemukan tanda kekerasan lain pada tubuh korban.

Polisi Temukan Pesan Percakapan di Ponsel Korban

Terkait dugaan penyebab kejadian, polisi menemukan pesan terakhir dalam percakapan di ponsel korban dengan seorang perempuan. Dalam percakapan tersebut, korban diduga menuduh perempuan itu berselingkuh.

Menurut Aipda Andi Sukanda, percakapan yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu juga memuat foto kabel dan pesan korban yang mengindikasikan keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Meski demikian, dugaan persoalan asmara tersebut masih sebatas informasi yang ditemukan dalam percakapan di ponsel korban dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab kejadian.

Diketahui, korban tinggal seorang diri di rumah tersebut. Ia juga baru kembali dari Jakarta, tempatnya bekerja sebagai buruh, sekitar dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan keluarga, setelah itu jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum yang tidak jauh dari kediamannya,” tandasnya.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara
Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Ditutup Gabah Kering, Truk KDMP Diduga Selundupan 100 Jerigen Pertalite 
Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 
Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas

Berita Terbaru

HEADLINE

Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Senin, 19 Okt 2026 - 14:06 WIB