JURNALSUKABUMI.COM – Teka-teki jasad perempuan tanpa identitas yang ditemukan terdampar di pesisir Pantai Kesik Lega, Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, berakhir di pemakaman tanpa nama.
Setelah tidak ada keluarga yang datang hingga proses identifikasi selesai, jasad perempuan yang berstatus Mrs X tersebut akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Batu Sapi, Palabuhanratu, Sabtu kemarin (29/8/2026) .
Pemakaman dilakukan setelah tim Inafis Polres Sukabumi menyelesaikan pemeriksaan visum luar dan pengambilan sejumlah data untuk kepentingan identifikasi.
Petugas pemulasaraan jenazah RSUD Palabuhanratu, Heri, mengatakan kondisi jasad saat tiba di rumah sakit sudah mulai mengalami pembusukan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan karena RSUD Palabuhanratu belum memiliki fasilitas lemari pendingin khusus jenazah.
“Karena di RSUD Palabuhanratu belum ada lemari pendingin (freezer) jenazah, kami khawatir jika disimpan terlalu lama kondisinya akan mengalami pembusukan yang lebih ekstrem. Maka dari itu, setelah proses identifikasi selesai dan belum ada keluarga yang datang, jenazah langsung kami makamkan di pekuburan Batu Sapi,” ungkap Heri.
Meski telah dimakamkan tanpa identitas, sejumlah ciri khas pada tubuh dan barang yang dikenakan korban telah dicatat sebagai bahan pencarian identitas.
Korban memiliki sejumlah tato yang cukup mencolok. Salah satunya berada di kaki kanan berupa simbol pentagram atau bintang bersudut lima berwarna merah di dalam lingkaran ornamen gelap, disertai guratan angka “333” pada bagian atasnya.
Tato lainnya terdapat di bagian punggung. “Di punggung sebelah kiri ada tato harimau, di punggung sebelah kanan terajah naga, dan di tangan kanan ada tato motif batik panjang,” tutur Heri.
Selain tato, korban masih mengenakan sejumlah aksesori ketika ditemukan. Di pergelangan tangan kiri terdapat jam tangan analog berbahan rantai stainless steel dan gelang manik-manik.
Korban juga mengenakan kalung berliontin serta rantai perut dengan bandul batu akik berukuran besar.
Ciri-ciri tersebut kini menjadi bagian dari data yang dapat digunakan untuk membantu keluarga atau pihak yang merasa kehilangan anggota keluarganya mengenali korban.
Di sisi lain, polisi memastikan tidak menemukan indikasi bahwa perempuan tersebut menjadi korban tindak kejahatan.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana mengatakan hasil pemeriksaan sementara tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.
“Tidak ditemukan indikasi kekerasan atau tanda-tanda korban kejahatan. Saat ini kami masih berupaya menelusuri pihak keluarga, dan status jenazah sementara masih Mrs X,” tegas Dudi.
Luka sobek pada bagian pelipis kanan dan kiri juga diduga bukan akibat penganiayaan. Petugas pemulasaraan menyebut luka tersebut diduga terjadi akibat benturan dengan karang ketika tubuh korban terbawa gelombang laut.
Sebelum ditemukan meninggal dunia di pesisir pantai pada Jumat (28/8/2026) dini hari, seorang saksi disebut sempat melihat perempuan dengan ciri-ciri serupa berjalan seorang diri di sekitar SPBU Cisolok sambil membawa kantong plastik.
“Membawa kresek, ada saksi yang melihat korban berjalan kaki. Namun belum kita pastikan bahwa korban ini ODGJ atau bukan, karena saksi hanya melihat begitu saja,” jelas Dudi.
Kini jasad tersebut telah dimakamkan, namun proses penelusuran identitas masih menjadi pekerjaan polisi. Berbagai ciri fisik, tato dan aksesori yang dikenakan korban menjadi petunjuk untuk membuka identitas Mrs X sekaligus mempertemukannya dengan keluarga yang mungkin masih mencarinya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar