JURNALSUKABUMI.COM – Potensi wisata Kabupaten Sukabumi dinilai sudah sangat lengkap. Gunung, rimba, pantai, laut hingga sungai menjadi kekayaan alam yang tidak dimiliki banyak daerah. Namun, di balik besarnya potensi tersebut, masih ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi agar pariwisata Sukabumi benar-benar mampu bersaing.
Hal itu disampaikan Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, yang menilai pembangunan sektor wisata tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam. Menurutnya, identitas kawasan, kebersihan, hingga penataan bangunan justru menjadi faktor yang menentukan kenyamanan wisatawan.
Ia mencontohkan kawasan wisata yang memiliki ciri khas bangunan sesuai karakter wilayahnya akan lebih mudah diingat pengunjung.
“Kalau misalnya memakai baju budaya, selain someah juga ada identitasnya. Kemudian bangunan disesuaikan dengan kondisi alam. Kalau di pantai ya mencerminkan suasana pantai. Jadi pengunjung punya kesan dan ada ciri khasnya,” ujarnya.
Andreas mengingatkan agar pembangunan destinasi wisata tidak mengorbankan lingkungan. Pohon-pohon yang menjadi bagian dari keindahan alam harus dipertahankan dan tidak ditebang sembarangan demi kepentingan sesaat.
“Bangunannya ditata dengan baik, kemudian pohon-pohon dipelihara, jangan ditebang lalu lahannya diratakan. Ini yang harus kita jaga bersama,” katanya.
Menurut Andreas, masih banyak anggapan bahwa destinasi wisata bertaraf internasional harus dipenuhi hotel-hotel tinggi dan bangunan megah. Padahal, kondisi di lapangan justru menunjukkan hal yang berbeda.
Ia menilai wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara, kini lebih menyukai tempat yang alami, bersih, dan memiliki nuansa budaya lokal yang kuat.
“Jangan berpikir wisata internasional itu harus hotel 50 lantai. Orang-orang sekarang justru mencari tempat yang sederhana, lesehan, santai, tapi suasananya nyaman. Yang paling utama itu kebersihan,” ungkapnya.
Sebagai contoh, Andreas mengaku pernah melihat sebuah kawasan wisata yang ramai dikunjungi masyarakat hanya karena lingkungannya tertata rapi, bersih, dan mampu mempertahankan karakter lokal.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kekuatan sebuah destinasi bukan semata-mata pada kemewahan fasilitas, melainkan pada cara masyarakat menjaga lingkungan dan budayanya.
“Kita sudah dianugerahi Allah SWT tempat yang begitu indah. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik. Modal yang dimiliki Sukabumi ini tidak dimiliki banyak daerah,” ujarnya.
Dengan bentang alam yang dikenal melalui konsep Gurilaps—Gunung, Rimba, Laut, Pantai, dan Sungai—Andreas meyakini Kabupaten Sukabumi memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata unggulan.
Namun, peluang itu hanya bisa terwujud apabila seluruh pihak bersama-sama menjaga kebersihan, memperkuat identitas budaya, serta menata kawasan wisata secara berkelanjutan.
“Potensinya luar biasa. Maka sesuai visi dan misi pemerintah daerah, sektor ekonomi dan pariwisata harus terus didorong melalui pengelolaan yang lebih baik,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











