Bagai Film Escape from Alcatraz, Napi Lapas Warungkiara Kabur 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Tinggal sekitar dua bulan lagi menghirup udara bebas, Patah alias Acil, narapidana Lapas Kelas IIA Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, justru menghilang dari tempat menjalani program asimilasi.

Aksi pelarian itu terjadi pada Senin (17/8/2026) malam. Patah diketahui sudah tidak berada di Pondok Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Warungkiara ketika petugas melakukan pengecekan sekitar pukul 23.00 WIB.

Situasi tersebut sekilas mengingatkan pada kisah film Escape from Alcatraz, ketika seorang narapidana memilih melarikan diri dari tempat menjalani hukuman meski masih harus menyelesaikan masa pidananya.

Bedanya, Patah tidak melarikan diri dari balik tembok utama Lapas Warungkiara. Ia diketahui menghilang ketika sedang menjalani program asimilasi di luar blok hunian melalui Pondok SAE.

Kepala Lapas Kelas IIA Warungkiara Kurnia Panji Pamekas membenarkan kejadian tersebut. Patah merupakan narapidana kasus pencurian berdasarkan Pasal 363 KUHP dengan vonis 1 tahun 9 bulan.

“Atas nama Patah alias Acil, dengan kasus 363, pidana 1 tahun 9 bulan,” ujar Kurnia.

Petugas mengetahui Patah tidak lagi berada di lokasi sekitar pukul 23.00 WIB. Pengecekan kemudian berkembang menjadi pencarian setelah keberadaan narapidana tersebut tidak ditemukan.

Petugas Lapas Warungkiara langsung bergerak dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperluas pencarian. Polsek setempat hingga kepolisian di wilayah tempat tinggal Patah turut dilibatkan.

“Langkah yang dilakukan pada malam itu juga dilakukan pencarian dan berkoordinasi dengan Polsek setempat serta Polsek di mana dia bertempat tinggal,” kata Kurnia.

Yang membuat pelarian ini menjadi perhatian adalah posisi Patah yang sebenarnya sudah berada di penghujung masa pidana. Kurnia menyebut, narapidana tersebut diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan lagi sebelum bebas.

“Dan dia orang Sukabumi,” ujarnya.

Pihak Lapas Warungkiara juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada jajaran pimpinan di tingkat pusat, termasuk Kantor Wilayah, Direktorat Keamanan dan Ketertiban, serta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Hingga kini, pencarian terhadap Patah masih berlangsung. Petugas bersama kepolisian terus menelusuri keberadaannya.

Pihak Lapas Warungkiara juga meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Patah alias Acil agar segera memberikan informasi kepada petugas atau pihak kepolisian.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Berita Terbaru