Belasan Penyelam Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut Palabuhanratu

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Merah Putih kembali berkibar di tempat yang tak biasa. Bukan di lapangan upacara, bukan pula di halaman kantor pemerintahan, melainkan di dasar laut Teluk Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Di kedalaman sekitar 7 meter, belasan penyelam dari Komunitas Penggiat Konservasi Penyelam Sukabumi (PENYU) bersama Bandung Scuba Center disertai suport media jurnalsukabumi.com menggelar pengibaran bendera untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Para penyelam berangkat menggunakan perahu karet dari kawasan Alun-alun Gadobangkong. Setelah bergerak sekitar 300 meter dari garis pantai dan memastikan kondisi penyelaman memungkinkan, satu per satu penyelam turun ke laut dengan perlengkapan lengkap.

Di bawah permukaan air, prosesi yang biasanya berlangsung di daratan dibuat dengan cara berbeda. Satu penyelam bertugas menyiapkan dan mendirikan tiang bendera. Peserta lainnya turun secara berpasangan menggunakan string line sebagai panduan hingga mencapai titik yang telah ditentukan.

Setelah seluruh penyelam berada pada posisi, bendera Merah Putih berukuran 2 x 3 meter dibentangkan. Dua penyelam memegang dan membentangkan kain bendera, sementara peserta lainnya berdiri dalam formasi dan memberikan penghormatan.

Tak ada suara komando yang terdengar jelas seperti dalam upacara di darat. Namun, di tengah tekanan air, arus dan jarak pandang yang terbatas, penghormatan kepada Merah Putih tetap dilakukan.

Pengawas PENYU Apra di dampingi Wan Wan dan Entis, mengatakan pengibaran bendera di bawah laut membutuhkan persiapan dan perhitungan yang tidak sederhana.

Menurutnya, penyelam harus mempertimbangkan sejumlah faktor, mulai dari jarak pandang (visibility), kondisi arus, hingga kemampuan masing-masing penyelam.

“Detik-detik proses pengibaran bendera di dasar laut tadi memang tidak mudah. Kita berada di kedalaman yang harus mempertimbangkan visibility, arus, dan kemampuan diver itu sendiri,” ujar Apra.

Tantangan semakin terasa karena sebagian peserta masih memiliki jam terbang penyelaman yang relatif terbatas.

Karena itu, menurut Andri, kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan kebutuhan terhadap peningkatan kapasitas penyelam lokal Sukabumi, termasuk dukungan sarana dan prasarana.

“Harapan kami ada support untuk diver lokal di sini, termasuk sarana dan prasarananya. Diver-nya masih kurang, termasuk kemampuan dan skill-nya,” katanya.

Pengibaran Merah Putih di bawah laut bukan kali pertama dilakukan PENYU. Namun, ada perubahan besar dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu hanya dua orang yang terlibat, kali ini jumlah penyelam yang mengambil bagian jauh lebih banyak.

Andri menyebut dirinya bersama Ketua PENYU menjadi dua penyelam yang melakukan pengibaran pada pelaksanaan sebelumnya. Tahun ini, sedikitnya sembilan penyelam terlibat langsung dalam prosesi bawah laut, dengan pembagian tugas mulai dari menyiapkan tiang, membentangkan bendera, memberikan penghormatan hingga mendokumentasikan kegiatan.

“Kalau tahun lalu pesertanya hanya dua orang, saya sama Ketua Penyu Entis. Kalau sekarang ada sembilan orang yang terlibat,” ungkapnya.

Menariknya, kegiatan tersebut juga tidak hanya melibatkan penyelam berpengalaman. Dua pelajar turut ambil bagian dalam prosesi pengibaran bendera di bawah laut.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mengenalkan dunia penyelaman sekaligus kepedulian terhadap lingkungan laut kepada generasi muda.

Bagi Andri, bertambahnya jumlah peserta menjadi pengalaman tersendiri. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang sehingga semakin banyak penyelam lokal yang memiliki kemampuan dan pengalaman.

“Mudah-mudahan tahun yang akan datang lebih banyak lagi, lebih meriah, dan suasananya lebih semarak,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Heri Gunawan Sebut Doktrin ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Kunci Transformasi Polri Dukung Asta Cita Prabowo
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Heri Gunawan Sebut Doktrin ‘Polisi Bersama Masyarakat’ Kunci Transformasi Polri Dukung Asta Cita Prabowo

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:51 WIB

30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi

Berita Terbaru