JURNALSUKABUMI.COM – Anggota Komisi II DPR RI, Heri Gunawan, kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas demokrasi di daerah. Bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU), legislator asal Sukabumi yang akrab disapa Hergun ini menggelar agenda “Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan” di Hotel Horison Kota Sukabumi, Jumat (07/08/2026).
Kegiatan edukatif ini dihadiri langsung oleh Ketua KPU Kota Sukabumi Imam Sutrisno beserta Komisioner KPU Kota Sukabumi Seni Sonia Asih. Selain Hergun dan Imam Sutrisno, acara ini juga menghadirkan dua narasumber lokal, yakni Ateng Efendi dan Yudi Hermansyah, yang dipandu secara interaktif oleh moderator Rizki Miftah.
Adapun peserta kegiatan berasal dari lintas elemen masyarakat Sukabumi yang sangat beragam, mulai dari jajaran Karang Taruna, seniman, penggiat media sosial, komunitas waria, hingga perwakilan organisasi masyarakat sipil lainnya.
Dalam pemaparannya, Heri Gunawan menyampaikan bahwa tahapan Pemilu 2029 sudah semakin dekat—kurang lebih tinggal 30 bulan atau 2,5 tahun lagi. Oleh sebab itu, DPR RI bersama pemerintah dan penyelenggara pemilu kini mulai menyiapkan landasan hukum melalui pembahasan Revisi Undang-Undang Pemilu.
“DPR RI akan mulai membahas RUU Pemilu sebagai dasar pelaksanaan Pemilu 2029. Ada 11 isu krusial yang tengah dikaji, mulai dari sistem pemilu legislatif, penataan presidential dan parliamentary threshold, pemisahan pemilu nasional dan lokal, digitalisasi tahapan, hingga penegasan kuota keterwakilan perempuan minimal 30 persen,” ujar Hergun di hadapan para peserta.
Politisi Senayan tersebut juga membeberkan catatan evaluasi penyelengaraan pesta demokrasi sebelumnya. Pada Pemilu 2024 lalu, tingkat partisipasi masyarakat di Kota Sukabumi mencatatkan angka yang cukup membanggakan, yakni mencapai 82,88 persen dari total 258.028 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di 999 TPS. Namun, pada Pilkada Serentak 2024, angka partisipasi tercatat sebesar 67,68 persen.
Menurut Hergun, tantangan politik ke depan menuntut masyarakat tidak sekadar menjadi pemilih yang datang ke TPS, melainkan tumbuh menjadi pemilih yang cerdas (smart voter).
“Pemilih cerdas adalah pemilih yang tahu rekam jejak, kapabilitas, dan integritas calon yang dipilihnya, bukan pemilih yang bisa dimobilisasi oleh politik uang (money politic). Mendorong KPU memperbanyak acara sosialisasi seperti ini sangat penting agar masyarakat semakin teredukasi demi kemajuan bangsa dan daerah,” tegas Anggota Komisi II DPR RI tersebut.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Sukabumi, Imam Sutrisno, menyambut baik sinergi sosialisasi ini. Ia menekankan pentingnya Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta edukasi politik secara konsisten, terutama menyasar generasi Milenial (32,13%) dan Gen Z (24,56%) yang kini mendominasi lebih dari 56 persen komposisi pemilih.
Suasana diskusi semakin hidup ketika dua narasumber lokal, Ateng Efendi dan Yudi Hermansyah, menyampaikan sudut pandang kritis mengenai dinamika politik lokal, pengawasan partisipatif, serta peran masyarakat sipil dalam mengawal iklim demokrasi di Sukabumi. Diskusi yang dimediatori Rizki Miftah tersebut memicu antusiasme tinggi dari para peserta.
Menutup kegiatan, Hergun mengingatkan bahwa berpartisipasi dalam pemilu merupakan bentuk nyata dari rasa cinta tanah air dan pelaksanaan amanat konstitusi.
“Pilihan rakyat sangat menentukan arah bangsa dan daerah. Semoga melalui pendidikan politik berkelanjutan ini, masyarakat Sukabumi semakin siap melahirkan pemimpin dan wakil rakyat terbaik pada Pemilu 2029 mendatang,” pungkas Hergun.
Redaktur: Ujang Herlan











