JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi terus memperkuat akurasi data kependudukan melalui optimalisasi Program Bangga Kencana. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan setiap program pemerintah berjalan tepat sasaran dan berbasis data yang valid.
Komitmen itu ditunjukkan melalui pendampingan langsung Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang bersama Asep Japar saat monitoring Program MBG 3B di Kecamatan Gegerbitung, belum lama ini.
Kegiatan monitoring tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan strategis BKKBN Provinsi Jawa Barat terkait peningkatan kualitas pengelolaan data dan informasi. Fokus utama kegiatan mencakup verifikasi data informasi MBG 3B serta Pemutakhiran Data Keluarga melalui Sistem Informasi Keluarga (SIGA).
Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang menegaskan, validitas data di lapangan menjadi instrumen penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah dan intervensi program pembangunan keluarga.
“Data yang akurat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan dan langkah intervensi program. Karena itu, kami terus mendorong sinergi antara petugas lapangan, kader, dan pemerintah desa agar proses verifikasi serta pemutakhiran data keluarga pada SIGA dapat berjalan optimal,” ujar Eka Nandang melalui rilis resminya, Minggu (10/5/2026).
Menurutnya, monitoring langsung ke wilayah seperti Kecamatan Gegerbitung diperlukan untuk memastikan sinkronisasi antara laporan administratif dengan kondisi nyata di masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, rombongan Bupati Sukabumi bersama DPPKB juga berdialog langsung dengan kader KB dan petugas lapangan. Dialog dilakukan untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala teknis dalam proses pemutakhiran data di tingkat desa.
Eka menambahkan, Program MBG 3B diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas administratif semata, tetapi mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat melalui pelayanan yang tepat sasaran dan berbasis data berkualitas.
“Dengan data yang valid dan terintegrasi, program pembangunan keluarga dapat berjalan lebih efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.
Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan BKKBN Provinsi Jawa Barat melalui surat Nomor B-431/LP.02/J10/2026 yang menekankan pentingnya integrasi dan pemutakhiran data keluarga secara berkelanjutan.
Redaktur: Ujang Herlan












