JURNALSUKABUMI.COM – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Asep Hidayat Mustopa, penggerak Desa Wisata Hanjeli di Waluran Mandiri, berhasil masuk tiga besar finalis DPD RI Awards 2026 kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan.
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Sukabumi, sekaligus menegaskan bahwa potensi pangan lokal dari desa dapat berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Bagi Asep, capaian ini bukan sekadar penghargaan atas perjalanan yang telah dilalui. Lebih dari itu, pengakuan tersebut menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan hanjeli sebagai pangan lokal yang memiliki nilai ekonomi, budaya, edukasi, hingga pariwisata.
“Alhamdulillahirabbil’alamin. Saya bersyukur bisa masuk tiga besar finalis DPD RI Awards 2026. Ini bukan hanya pencapaian pribadi, melainkan buah dari kerja bersama banyak pihak yang selama ini percaya bahwa pangan lokal memiliki masa depan,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (9/9/2026).
Menurutnya, perjalanan mengembangkan hanjeli bukanlah proses yang singkat. Berbagai keterbatasan dan tantangan harus dihadapi untuk memperkenalkan kembali pangan lokal tersebut kepada masyarakat luas.
Berangkat dari potensi yang dimiliki desa, Asep bersama masyarakat berupaya mengembangkan hanjeli tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga menjadi beragam produk olahan, sarana edukasi, daya tarik wisata, serta peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pengembangan tersebut turut membuka ruang bagi petani, kelompok perempuan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat pedesaan untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi berbasis potensi lokal.
Ia meyakini, desa tidak harus menunggu menjadi besar untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia. Dengan pengelolaan yang tepat, kekayaan alam, pengetahuan leluhur, dan kreativitas masyarakat dapat menjadi kekuatan untuk membangun kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada keluarga, masyarakat, petani, kelompok perempuan, pengelola Desa Wisata Hanjeli, akademisi, perguruan tinggi, peneliti, komunitas, media, serta seluruh mitra yang telah mendukung perjalanan tersebut.
Menurutnya, setiap bentuk dukungan, mulai dari penelitian, pendampingan, pengembangan produk, hingga promosi, menjadi bagian penting dalam memperkenalkan hanjeli dan memperluas manfaatnya bagi masyarakat.
“Penghargaan ini bukan hanya milik saya. Ini adalah buah dari kerja bersama dan semangat banyak orang yang percaya bahwa pangan lokal memiliki masa depan,” katanya.
Berharap Dukungan Berkelanjutan
Di balik capaian tersebut, Asep berharap semakin banyak pihak, termasuk pemerintah dari tingkat desa hingga pusat, memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan pangan lokal.
Dukungan itu, menurutnya, diperlukan dalam bentuk pendampingan, penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan teknologi pengolahan, peningkatan kapasitas petani dan UMKM, akses pemasaran, serta penguatan riset dan inovasi.
Ia berharap hanjeli tidak hanya dikenal sebagai warisan pangan masa lalu, tetapi juga mampu hadir di meja makan keluarga Indonesia, berkembang menjadi produk bernilai ekonomi, dan menjadi bagian dari daya tarik gastronomi serta pariwisata.
Ia juga mendorong agar desa dipandang bukan sekadar sebagai penerima program pembangunan, melainkan sebagai mitra strategis yang memiliki potensi dan kemampuan untuk menciptakan perubahan.
Masuknya Desa Wisata Hanjeli dalam tiga besar finalis DPD RI Awards 2026 menjadi motivasi untuk melangkah lebih jauh. Baginya, keberhasilan sesungguhnya bukan hanya ketika seseorang memperoleh pengakuan, melainkan saat masyarakat ikut tumbuh, petani semakin berdaya, perempuan memiliki peluang ekonomi, dan generasi muda bangga terhadap pangan lokalnya.
Dari Waluran Mandiri, Asep ingin menyampaikan pesan bahwa potensi kecil dari desa dapat berkembang menjadi kekuatan besar apabila dirawat dengan kesungguhan dan didukung kolaborasi yang berkelanjutan.
Ia berharap perjalanan Desa Wisata Hanjeli dapat menginspirasi desa-desa lain untuk menggali potensi pangan masing-masing, menjaga warisan leluhur, berinovasi, dan membangun kesejahteraan masyarakat melalui kekuatan lokal.
“Hanjeli bukan sekadar pangan lokal. Hanjeli adalah warisan, harapan, sumber penghidupan, dan ikhtiar kecil dari desa untuk masa depan ketahanan pangan Indonesia,” pungkasnya.
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar