JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, mengimbau seluruh dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya untuk segera menuntaskan pemasangan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Menurutnya, keberadaan IPAL menjadi hal krusial untuk mencegah dampak pencemaran lingkungan dari operasional dapur MBG yang kini terus bertambah.
“DLH mendukung MBG sebagai program nasional. Ini penting untuk mencerdaskan bangsa, khususnya di Kabupaten Sukabumi ke depan. Namun, pengelolaan limbah harus tetap menjadi perhatian utama,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (06/05/2026).
Data di lapangan menunjukkan, dari sekitar 356 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, baru sekitar 90 dapur yang memiliki IPAL sesuai standar. Artinya, baru sekitar 40 persen yang memenuhi ketentuan pengolahan limbah.
Diberitakan sebelumnya, Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional Kabupaten Sukabumi, Sandi Ibnu Aziz, mengakui capaian tersebut masih jauh dari ideal.
“Untuk IPAL yang benar-benar sesuai, kami akui baru sekitar 40 persen. Sisanya masih dalam proses,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Sandi menjelaskan, pemasangan IPAL membutuhkan proses teknis yang tidak sederhana. Setiap lokasi harus melalui survei dan penyesuaian kondisi lapangan, sehingga waktu pengerjaan bisa mencapai satu bulan.
“Pemasangan IPAL harus dicek dulu lokasinya, disesuaikan dengan kondisi. Tidak bisa instan,” katanya.
Pihak BGN mengaku terus berkoordinasi untuk mempercepat pemasangan IPAL, termasuk mendorong pemenuhan dokumen lingkungan oleh seluruh mitra pengelola dapur.
Meski demikian, beberapa dapur yang telah dilengkapi IPAL disebut menunjukkan hasil yang baik, dengan air limbah yang dihasilkan dinilai aman dan tidak mencemari lingkungan.
BGN menargetkan seluruh dapur SPPG di Kabupaten Sukabumi sudah dilengkapi IPAL dalam dua bulan ke depan.
“Target kami Agustus sudah 100 persen terpasang,” tegas Sandi.
Redaktur: Ujang Herlan












