Proyek DAK Air Minum Setengah Miliar di Caringin “Bobrok”, Disperkim Kecolongan?

Jumat, 17 April 2026 - 17:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Proyek Pembangunan DAK Air Minum tahun 2025 mencapai setengah miliar rupiah lebih, tepatnya Rp577.761.000 juta di Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi yang digadang-gadang jadi solusi, kini justru dituding sebagai proyek “bobrok” dan hanya membuang-buang uang negara.

Meski menelan anggaran fantastis, pengerjaan yang dilakukan oleh PT. Raka Konstruksindo Raya ini menyisakan nestapa bagi masyarakat. Hingga kini, fasilitas tersebut kembali mengalami kebocoran saluran pipanisasi setelah sebelumnya dilakukan perbaikan pihak kontraktor.

Fakta Pahit di Lapangan: Warga Lakukan Perbaikan Mandiri

Kekecewaan mendalam diungkapkan Ketua RT 18/06 Endang. Menurutnya, pembangunan yang dimulai sejak 15 Juli 2025 dengan durasi 150 hari kerja yang bersumber dari anggaran Disperkim Kabupaten Sukabumi itu hanya menghasilkan infrastruktur yang cacat fungsi.

“Miris sekali! Anggaran sebesar itu kok hasilnya cuma begini?. Sampai sekarang manfaatnya belum dirasakan penuh oleh masyarakat,” tegasnya dengan nada geram kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (17/4/2026).

Yang ada, kata Endang, pihaknya dibantu warga terpaksa melakukan perbaikan mandiri dan itu pun dirasakan kurang maksimal. Program yang seharusnya dapat dirasakan manfaatnya bagi 60 KK itu paling diprediksi baru 20 KK penerima saja.

“Tidak lama dari pengerjaan awal sempat bocor hampir 8 titik. Dan telah dilakukan perbaikan oleh pihak kontraktor. Namun, tiga hari setelah itu sampai sekarang kembali bocor sehingga kemarin kami perbaiki lagi kang,” terangnya.

Ia mengaku sudah mencoba menagih tanggung jawab pihak pelaksana untuk segera melakukan perbaikan, namun hasilnya nihil. Pihak kontraktor terkesan “tutup telinga” terhadap keluhan warga.

Disperkim Kabupaten Sukabumi “Kecolongan”?

Sebelumnya, senada diungkapkan Ketua RT 17/05, Iwan Sukmawan. Lambannya penanganan dan minimnya pengawasan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi pun menjadi pertanyaan besar. Warga mendesak dinas terkait untuk tidak “main-main” dengan anggaran rakyat.

“Jangan sampai terkesan menghambur-hamburkan anggaran tapi rakyat tidak dapat apa-apa. Dinas harus turun tangan, harus tegas!. Kalau begini uang dinas kecolongan kan?,” tambah Iwan.

Keluhan akan kebocoran pipa tersebut dinilai dari tim teknis proyek yang tidak profesional alias bukan ahlinya. Pasalnya, selepas pengerjaan bukannya bisa dirasakan manfaatnya melainkan menyisakan perbaikan dan perbaikan.

“Harusnya dinas pun bisa memilih pemenang proyek ini yang benar-benar ahlinya. Jangan sampai terkesan hanya menampung aspirasi dan menghabiskan uang negara saja,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor dan dinas terkait.

Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:00 WIB

DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan

Berita Terbaru