Arus Balik Pantai Palabuhanratu Memuncak, Simpul Batusapi Jadi Titik Tersendat

Selasa, 24 Maret 2026 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Arus balik wisatawan dari kawasan pantai selatan Sukabumi mulai menunjukkan lonjakan signifikan. Ribuan kendaraan yang meninggalkan area wisata menyebabkan kepadatan di sejumlah titik, terutama di kawasan Palabuhanratu, Selasa (24/3/2026) sore hingga malam.

Simpang Batusapi menjadi salah satu titik krusial kemacetan. Sejak sekitar pukul 17.00 WIB, arus kendaraan dari berbagai arah tersendat, bahkan sempat terhenti akibat tingginya volume kendaraan yang keluar secara bersamaan dari kawasan wisata.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan mengular dari Jalan Ahmad Yani hingga Simpang Bagbagan. Arus lalu lintas harus berjalan bergantian, terutama kendaraan yang datang dari arah Geopark Ciletuh dan menuju jalur Warungkiara.

Seorang pengendara, Andi, mengaku perjalanannya terhambat cukup lama meski sudah meninggalkan kawasan pantai lebih awal.

“Dari pantai sebenarnya sudah mulai lancar, tapi begitu sampai Batusapi langsung macet lagi. Bisa satu sampai dua jam di sini,” ujarnya.

Kepadatan ini dipicu pertemuan arus kendaraan dari beberapa jalur utama, yang tidak mampu diimbangi dengan kapasitas jalan. Akibatnya, perlambatan tak terhindarkan, terutama pada jam-jam puncak arus balik.

Memasuki malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, kondisi lalu lintas mulai berangsur membaik. Meski masih terjadi antrean, laju kendaraan sudah lebih bergerak dibandingkan sore sebelumnya.

Di sisi lain, jalur alternatif melalui Cikidang terpantau lebih lengang. Sejumlah wisatawan memilih jalur ini untuk menghindari kepadatan di pusat kota Palabuhanratu.

“Kalau lewat Cikidang lebih aman, enggak terlalu macet seperti siang tadi,” kata Puput, wisatawan asal Jakarta.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan
Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata
RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi
Grundfos Foundation Bersama Wafaa Indonesia Resmikan Fasilitas Air Bersih dan Air Minum di Sukabumi
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 17:12 WIB

Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:33 WIB

Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:42 WIB

BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:18 WIB

Jangan Bangga dengan UNESCO, Wisata Sukabumi Perlu Sentuhan Nyata

Kamis, 16 Juli 2026 - 14:15 WIB

RSUD Sekarwangi Kini Punya Cath Lab, Pasien Serangan Jantung Tak Lagi Harus Dirujuk ke Luar Sukabumi

Berita Terbaru