Tradisi ‘Nyekar’ Lebaran, TPU di Sukabumi ‘Diserbu’ Ribuan Peziarah dan Pedagang Dadakan

Sabtu, 21 Maret 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Suasana khidmat bercampur riuh rendah mewarnai Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Sukabumi. Salah satunya di TPU Cimalati, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, pada momen perayaan Idulfitri, Sabtu (21/3/2026).

Sebagaimana tradisi tahunan masyarakat umumnya, tak lama setelah pelaksanaan salat Id usai, ribuan warga berbondong-bondong datang untuk melakukan ziarah kubur atau yang akrab disebut dengan istilah “nyekar”.

Kedatangan gelombang peziarah yang masif ini mengubah wajah TPU Cimalati yang biasanya sepi menjadi pusat keramaian, di mana warga berdatangan untuk mendoakan leluhur serta sanak saudara yang telah berpulang ke Rahmatullah.

“Sudah jadi kebiasaan keluarga kami, pokoknya beres salat Id langsung ke sini. Selain mendoakan orang tua, ini juga momen buat ngumpul sama saudara yang pada mudik,” ujar salah seorang peziarah, Rustam (45), saat ditemui di sela aktivitasnya membersihkan pusara.

Sejak sekitar pukul 08.00 WIB, akses jalan menuju Desa Pasawahan memang mulai dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat, mengakibatkan antrean panjang di beberapa titik persimpangan utama menuju area pemakaman tersebut.

Peziarah datang silih berganti dengan membawa peralatan sederhana seperti, air dalam kemasan botol untuk menyiram pusara, hingga bungkusan berisi aneka bunga tabur.

Bagi masyarakat Cicurug dan sekitarnya, tradisi “nyekar” saat Idulfitri sudah menjadi agenda wajib keluarga besar. Di setiap sudut blok makam, terlihat keluarga-keluarga yang duduk bersimpuh khusyuk membacakan surat Yasin, tahlil, serta doa-doa maghfirah agar arwah keluarga mereka mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

“Momen ini sangat penting bagi kami untuk mengingat jasa orang tua. Rasanya ada yang kurang kalau Lebaran tidak mampir ke makam beliau,” tambah peziarah lainnya yang baru tiba dari Jakarta.

Sering kali para pemudik bertemu kembali dengan kerabat jauh atau tetangga lama justru di area pemakaman yang sama, membuat suasana di TPU Cimalati terasa penuh rasa kekeluargaan.

Kerumunan massa yang membeludak di hari kemenangan ini tak pelak menciptakan peluang ekonomi yang cukup besar bagi warga lokal. Di sepanjang pintu masuk hingga bahu jalan menuju TPU, puluhan pedagang bunga tabur dan air mawar tampak sangat sibuk melayani pembeli yang datang tanpa henti.

“Alhamdulillah, sejak pagi tadi dagangan sudah habis puluhan bungkus. Memang setiap tahun momen Lebaran begini selalu bawa berkah buat kami penjual bunga dadakan,” ungkap Guha (30), salah seorang pedagang bunga di area gerbang TPU Cimalati.

Tak hanya pedagang bunga, suasana pemakaman pun semakin semarak dengan munculnya berbagai stand jajanan mendadak yang berjejer rapi di akses masuk. Mulai dari pedagang bakso malang, cilok, siomay, aneka es, hingga penjual mainan anak-anak ikut mengadu nasib di sana. Salah satu penjual jajanan, Ahmad (45), mengaku omzetnya meningkat berkali-kali lipat dibanding hari biasa.

“Ramainya sudah seperti pasar kaget. Peziarah kalau sudah selesai berdoa biasanya mampir dulu beli camilan atau minum karena cuacanya lumayan panas hari ini,” cetusnya sambil melayani pembeli.

Meski cuaca di wilayah Sukabumi sepanjang hari ini tergolong cukup terik dan menyengat, antusiasme warga untuk menjalankan tradisi ziarah tidak surut hingga menjelang siang.

“Kami sudah siagakan beberapa orang untuk bantu mengatur parkir karena kendaraan membeludak sampai ke bahu jalan. Yang penting arus lalu lintas tetap bisa jalan meskipun pelan,” kata seorang petugas parkir setempat.

Ziarah kubur saat Lebaran, bagi warga Sukabumi, bukan sekadar ritual rutin tahunan. Momen ini menjadi pengingat diri akan akhirat di tengah kegembiraan duniawi merayakan Idulfitri. Bertemu dengan pusara keluarga memberikan refleksi mendalam tentang kefanaan hidup, sekaligus memperkuat ikatan emosional antaranggota keluarga yang masih hidup.

Hingga berita ini diturunkan, arus peziarah yang datang ke TPU Cimalati diprediksi masih akan terus mengalir deras hingga H+2 Lebaran mendatang.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional
Jelang Musda MUI 2026, Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya Serukan Ukhuwah Islamiyah
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:11 WIB

DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:22 WIB

Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional

Berita Terbaru