JURNALSUKABUMI.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi pelajar kini menuai sorotan dari warga Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi.
Di tengah semangat pemenuhan gizi anak sekolah, para pelajar di wilayah ini justru masih harus berjibaku dengan akses jalan rusak parah demi bisa mengikuti kegiatan belajar.
Fenomena tersebut terjadi di Kampung Babakan RT 03 RW 04, Desa Mekarjaya. Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan pelajar SDN Sukamukti berjalan kaki melewati jalan berlumpur tebal, licin, dan nyaris tak bisa dilalui kendaraan.
Dalam sebuah foto lain, terpampang tulisan bernada protes, “Kami butuh perbaikan jalan daripada MBG!” yang mencerminkan keresahan warga.
Jalan tersebut disebut telah lama mengalami kerusakan. Namun intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir memperburuk kondisi hingga akses benar-benar lumpuh.
Jalur ini merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan Kecamatan Warungkiara dengan Simpenan sekaligus jalur utama pelajar menuju sekolah.
“Kalau jalannya memang sudah lama rusak. Tapi karena hujan terus, sekarang makin parah. Enggak ada jalan lain. Anak-anak mau ke sekolah juga repot, harus digendong. Seragam sering kotor pas sampai sekolah,” ujar Siti Latipah, warga setempat, Selasa (10/2/2026).
Untuk bisa sampai ke SDN Sukamukti, sebagian pelajar harus berjalan kaki sejauh kurang lebih satu kilometer melewati jalan yang becek dan licin. Tak jarang, anak-anak terpeleset dan harus dibantu orang tua yang ikut mengantar setiap hari.
“Ada yang jalan sampai satu kilometer. Jalannya rusak, penuh lumpur. Ibu-ibu tiap hari antar anak, kadang sambil gendong karena licin,” ungkapnya.
Di sisi lain, program MBG yang seharusnya menunjang tumbuh kembang pelajar dinilai belum menyentuh persoalan mendasar di lapangan. Bagi warga, pemenuhan gizi akan lebih bermakna jika dibarengi dengan jaminan akses aman menuju sekolah.
“Anak-anak tiap hari lewat situ. Enggak ada jalan lain. Kalau jalannya rusak begini terus, ya kasihan anak-anak,” kata Siti.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pihak terkait tidak hanya fokus pada program MBG, tetapi juga segera turun tangan memperbaiki infrastruktur dasar yang menjadi penopang utama pendidikan.
“Harapannya jalan segera diperbaiki. Supaya anak-anak bisa sekolah dengan aman dan orang tua tidak kesulitan setiap hari,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

















