Dinas Perikanan Sukabumi Apresiasi Capaian Swasembada Pangan Masuk Peringkat Dua Nasional

Selasa, 10 Februari 2026 - 02:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Keberhasilan Kabupaten Sukabumi meraih peringkat kedua nasional dalam peningkatan produksi pangan tahun 2025 mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti kuat bahwa sektor pangan di Sukabumi mampu berkembang pesat melalui kolaborasi lintas sektor.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi Sri Padmoko menyampaikan apresiasinya terhadap capaian swasembada pangan yang berhasil diraih daerah tersebut.

Menurutnya, keberhasilan itu tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sektor pertanian, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor perikanan yang sama-sama menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan daerah.

“Prestasi ini patut kita syukuri bersama. Keberhasilan Sukabumi menempati peringkat dua nasional menunjukkan bahwa sektor pangan kita memiliki potensi besar untuk terus berkembang,” ujarnya.

Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan Diseminasi Produksi Swasembada Pangan sekaligus Syukuran Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi yang digelar di Hotel Augusta Palabuhanratu, Selasa (10/2/2026). Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur pemerintah, penyuluh pertanian, petani, serta mitra sektor pangan.

Sementara itu, Asisten Daerah II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi Puji Widodo menyebut capaian tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada tahun berikutnya.

“Kita sudah bisa berada di peringkat dua nasional. Artinya peluang untuk menjadi peringkat satu terbuka lebar jika semangat kerja keras dan kolaborasi terus dipertahankan,” ujarnya.

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi menunjukkan bahwa pada 2025 target produksi padi ditetapkan sebesar 899.599 ton dan jagung 104.492 ton. Namun realisasinya justru melampaui target. Produksi padi mencapai 1.077.867 ton atau 119,82 persen dari target dengan luas panen mencapai 185.661 hektare.

Sementara itu, produksi jagung juga melampaui target dengan capaian 133.144 ton atau 127,42 persen dari target yang ditetapkan. Keberhasilan ini menjadi salah satu alasan Kabupaten Sukabumi berhasil meraih berbagai penghargaan di sektor pangan, termasuk peringkat kedua peningkatan produksi beras nasional dari Presiden.

Selain itu, Kabupaten Sukabumi juga mencatat prestasi lain dengan menjadi daerah yang memiliki pendaftaran varietas lokal padi terbanyak di Indonesia. Tercatat sebanyak 39 varietas lokal telah didaftarkan, termasuk 26 varietas padi yang diakui secara nasional.

Bagi Dinas Perikanan, capaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat sinergi antar sektor pangan di Sukabumi. Menurut Sri Padmoko, sektor perikanan memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, terutama dalam penyediaan sumber protein bagi masyarakat.

“Ke depan kita berharap sinergi antara sektor pertanian, perikanan, dan peternakan bisa semakin kuat sehingga ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi semakin kokoh,” katanya.

Memasuki tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan produksi padi sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton. Target tersebut diharapkan dapat tercapai melalui peningkatan luas tanam, dukungan sarana produksi, serta penguatan peran penyuluh di lapangan.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:00 WIB

DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan

Berita Terbaru