Satu Tahun Menunggu, Warga Gempol Lelah Dibohongi Janji Relokasi

Rabu, 28 Januari 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Satu tahun sudah berlalu sejak bencana pergerakan tanah melanda Kampung Gempol, Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Namun hingga kini, nasib ratusan penyintas bencana masih menggantung tanpa kepastian. Janji relokasi yang diharapkan menjadi jalan keluar justru tak kunjung terwujud.

Tokoh masyarakat Kampung Gempol, Hasim, mengungkapkan kekecewaan warga yang kian menumpuk. Menurutnya, sejak bencana terjadi, warga hanya disuguhi janji tanpa realisasi nyata.

“Sudah setahun kami menunggu. Yang kami rasakan hanya janji demi janji, tapi bukti relokasi belum juga ada. Warga lelah, hidup dalam ketidakpastian,” ujar Hasim, Rabu (28/1/2026).

Ia menambahkan, kondisi tersebut berdampak besar terhadap psikologis dan kehidupan sosial warga. Banyak penyintas terpaksa bertahan di tempat yang rawan atau berpindah-pindah tanpa kejelasan masa depan.

Pemerintah daerah sebenarnya telah mengusulkan relokasi bagi warga terdampak. Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum juga dieksekusi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Akibatnya, proses pemulihan pascabencana berjalan lambat dan membuat warga semakin resah.

“Kalau memang tidak bisa direalisasikan, sampaikan secara jujur. Jangan biarkan warga terus berharap tanpa kepastian,” tambah Hasim.

Di sisi lain, Kasi Trantib Kecamatan Palabuhanratu, Mahbubillah, menjelaskan bahwa sebagai tindak lanjut penanganan bencana, tim teknis lintas sektor akhirnya melakukan survei lokasi relokasi pada Selasa (kemarin).

Lokasi yang direncanakan berada di Kampung Pasirgoong, Desa Cikadu, dengan jarak sekitar 2 kilometer dari Kampung Gempol.

“Survei ini melibatkan unsur Kecamatan Palabuhanratu, Pemerintah Desa Cikadu, DISPERKIM, DPTR, DPU, Bidang Aset, BPBD, serta unsur terkait lainnya,” jelas Mahbubillah.

Survei difokuskan pada penilaian kelayakan lahan, mulai dari aspek keamanan, teknis, aksesibilitas, hingga kesiapan lokasi untuk dijadikan hunian bagi penyintas bencana.

Mahbubillah menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama agar proses relokasi dapat berjalan aman, terencana, dan berkelanjutan.

“Koordinasi lintas sektor pun akan terus diperkuat agar penanganan pascabencana bisa berjalan optimal dan tepat sasaran,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Sukabumi Menggugat! Massa Desak Ayep Zaki Mundur dari Kursi Wali Kota
Jalan Kampung Bojongkopi Longsor Empat Tahun Lalu, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan
Diberi Tenggat 30 Hari, Massa Aksi 2.6.26 Layangkan Gugatan untuk Ayep Zaki

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:44 WIB

DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:38 WIB

Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil

Berita Terbaru