JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, mencatat sepanjang 2025 ada sebanyak 477 aduan masyarakat melalui berbagai kanal pengaduan resmi.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Diskominfo Kota Sukabumi, Tantan Sontani mengatakan, dari berbagai aduan masyarakat itu, paling banyak dikeluhkan masyarakat terkait pelayanan kesehatan, fasilitas umum dan ketertiban lingkungan.
“Jadi total aduan tersebut, melalui SP4N sebanyak 157, 315 media sosial, dan lima melalui website Diskominfo,”ujarnya, Selasa (20/1).
Menurutnya, mayoritas aduan berkaitan dengan layanan kesehatan, khususnya yang menyasar RSUD Al-Mulk. Rumah sakit milik daerah tersebut, tercatat sebagai SKPD dengan jumlah aduan terbanyak, yakni 25 laporan sepanjang tahun.
“Ya, tentunya RSUD Al-Mulk paling banyak menerima aduan dari masyarakat sepanjang 2025,”ungkapnya.
Tidak hanya itu, aduan masyarakat juga menyasar infrastruktur dan fasilitas publik, seperti perbaikan jalan, gorong-gorong, Penerangan Jalan Umum (PJU), serta laporan kebencanaan.
“Tak sedikit juga, aduan terkait ketertiban umum, meliputi penertiban pedagang kaki lima (PKL), papan reklame, hingga persoalan sampah,”tuturnya.
Tantan menilai, tingginya jumlah aduan mencerminkan meningkatnya kesadaran dan keberanian masyarakat dalam mengawasi kinerja pelayanan publik.
“Tentunya masyarakat saat ini begitu aktif memanfaatkan kanal resmi untuk menyampaikan keluhan dan aspirasinya,” pungkasnya.
Reporter: CR1 | Redaktur: Ujang Herlan











