Menteri Wihaji Soroti Pernikahan Dini sebagai Faktor Utama Stunting di Sukabumi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia/Kepala BKKBN, Wihaji temu kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam rangka pendistribusian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B di Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan tersebut digelar di halaman Kantor Kecamatan Kabandungan, Senin (12/1/2026) didampingi langsung Bupati Sukabumi Asep Japar; Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang beserta tamu undangan lainnya.

Menteri Wihaji menyampaikan bahwa stunting masih menjadi persoalan serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya praktik pernikahan usia dini, pemenuhan gizi yang belum optimal, serta keterbatasan akses air bersih dan sanitasi. Menurutnya, faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak.

“Pernikahan dini masih ditemukan di Kabupaten Sukabumi dan ini berkontribusi besar terhadap tingginya risiko stunting. Edukasi dan pendampingan keluarga menjadi kunci utama pencegahan,” tegas Menteri Wihaji.

Ia menekankan pentingnya intervensi sejak dini melalui program-program strategis pemerintah, salah satunya Program MBG 3B yang menyasar ibu hamil, baduta (bayi di bawah dua tahun), dan balita. Program ini diharapkan mampu memastikan pemenuhan gizi yang cukup dan seimbang bagi kelompok prioritas.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Asep Japar mengapresiasi kehadiran Menteri Wihaji di tengah masyarakat Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi suntikan semangat baru dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.

“Kehadiran Pak Menteri membawa program nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat langkah pencegahan stunting,” ujarnya.

Bupati menegaskan bahwa persoalan stunting merupakan isu fundamental yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Program MBG 3B, kata dia, bukan sekadar bantuan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti peran strategis para kader TPK yang menjadi ujung tombak distribusi bantuan sekaligus edukasi gizi kepada keluarga penerima manfaat. Kader memastikan bantuan tepat sasaran, aman, dan bergizi seimbang.

“Kami optimis, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan para kader di lapangan, Kabupaten Sukabumi mampu menekan angka stunting secara signifikan,” ungkapnya.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Eka Nandang, menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor terus diperkuat guna menyukseskan pelaksanaan program, khususnya di Kecamatan Kabandungan. Ia juga mengapresiasi dedikasi para kader yang secara konsisten mendampingi keluarga di lapangan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke keluarga rawan stunting (KRS) dan rumah tidak layak huni (rutilahu) di Kampung Cikubang RT 21 RW 09 Desa Kabandungan, serta Kampung Kaladi 1 RT 03 RW 05 Desa Tugu Bandung.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Berita Terbaru