Sukabumi Masuk Zona Merah, Penanganan Bencana Perlu Kolaborasi Semua Pihak

Kamis, 20 November 2025 - 20:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kabupaten Sukabumi di Jawa Barat dikategorikan sebagai zona merah bencana atau daerah dengan risiko bencana tinggi. Hal tersebut tercatat dalam Indeks Rawan Bencana Indonesia (IRBI).

“Memang Sukabumi ini kalau dilihat dari IRBI adalah nomor satu untuk potensi bencana, jadi masuk zona merah,” ungkap Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Enok Komariah kepada awak media di Nyalindung, Kamis 20 November 2025.

Di Sukabumi, ia menghadiri kegiatan sosialisasi dan simulasi Kampung Siaga Bencana (KSB) di Desa/Kecamatan Nyalindung. Hadir pada kesempatan itu Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Iwan Triyanto.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Nyalindung, Endi Haryandi, Kepala Desa Nyalindung, Asep Supriadi dan para tokoh masyarakat.

Menurut Enok, penanganan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah pusat, provinsi maupun daerah. Namun masyarakat juga harus terlibat dalam penanggulangan bencana.

“Masyarakat juga harus tahu, ketika bencana itu terjadi masyarakat harus berbuat dan melakukan apa,” ujar dia.

Makanya, Enok melanjutkan, dalam penanganan bencana yang melibatkan masyarakat, Kementerian Sosial (Kemensos) memiliki program Kampung Siaga Bencana (KSB). Tujuannya agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam mitigasi dan penanganan bencana.

“Dengan melibatkan masyarakat yang ada di sini diharapkan menjadi garda terdepan dalam penanganan bencana,” kata dia.

Kepala Bidang Linjamsos Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Iwan Triyanto membenarkan Kabupaten Sukabumi merupakan daerah rawan bencana. Secara topografi wilayahnya terbentang dari dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan.

“Kabupaten Sukabumi juga merupakan daerah terluas di Pulau Jawa dan Bali yang dikenal daerahnya dengan gurilaps yaitu gunung rimba, laut, pantai,” ujar Iwan.

“Dengan kondisi tersebut, Sukabumi kerap terjadi kebencanaan, mulai longsor, banjir, tanah bergerak dan sebagainya,” sambung dia.

Iwan mengharapkan keterlibatan semua pihak dalam penanganan kebencanaan, mulai dari masyarakat, sukarelawan, pengusaha, hingga pihak swasta. Karena penanganan bencana ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah semata.

“Penanganan bencana ini harus kolaborasi, dan kami sangat welcome kepada siapa dan lembaga manapun dalam kesiapsiagaan bencana ini,” harap dia.

Sementara Kepala Desa Nyalindung, Asep Supriadi menghaturkan ucapan terimakasih kepada Dinas Sosial baik Provinsi Jawa Barat maupun Kabupaten Sukabumi yang telah membentuk KSB dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Sudah sejak lama kami mengharapkan pembentukan kampung siaga bencana, karena desa kami termasuk daerah rawan bencana,” ucap Asep yang akrab disapa Bang Has.

“Ada empat titik di wilayah desa yang tanahnya labil, bahkan sudah ada yang terdampak karena tanah bergerak, dan juga berpotensi longsor,” sambung dia.

Asep mengharapkan dengan terbentuknya KSB, ke depannya tim yang telah mendapatkan pelatihan bisa mandiri, tidak lagi mengandalkan pemerintah. Apalagi sudah dibekali berbagai pengetahuan tentang penanganan kebencanaan.

“Kami sangat berharap pengetahuan kesiapsiagaan bencana ini dapat ditularkan sampai tingkat keluarga, agar keluarga juga siap siaga dalam menghadapi bencana,” harap dia.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring
Becak Listrik Bantuan Presiden Siap Diserahkan kepada Warga Sukabumi
BPJS PBI Nonaktif, KNPI Palabuhanratu Desak Selaraskan Pelayanan dengan Jaminan KDM
Senyum 26 Anak Warnai Khitanan Massal Gratis di Hari Santri Sukabumi
Penataan Lapang Sekarwangi Jadi Ruang Terbuka Publik Tak Ubah Fungsi Sebelumnya
Ada Dugaan Pencemaran? DLH Sukabumi Punya Laboratorium Terakreditasi untuk Uji Lingkungan
HUT TNI ke-81, Forkopimcam Parakansalak Beri Kejutan Kue Kekuatan untuk Koramil

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:01 WIB

RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:04 WIB

BPJS PBI Nonaktif, KNPI Palabuhanratu Desak Selaraskan Pelayanan dengan Jaminan KDM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Senyum 26 Anak Warnai Khitanan Massal Gratis di Hari Santri Sukabumi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:35 WIB

Penataan Lapang Sekarwangi Jadi Ruang Terbuka Publik Tak Ubah Fungsi Sebelumnya

Berita Terbaru