Rumah Permanen di Bantaran Cipelang Sukabumi Rata dengan Tanah

Selasa, 11 November 2025 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sebuah keluarga di Warudoyong, Kota Sukabumi, kehilangan tempat tinggal setelah rumah permanen berlantai dua milik mereka ambruk total pada Selasa (11/11/2025) pagi.

Peristiwa yang terjadi di Jalan Sejahtera, Kelurahan Dayeuhluhur ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp300 juta.

Beruntung, insiden yang terjadi sekitar pukul 07.10 WIB ini tidak menimbulkan korban jiwa. Rumah dalam keadaan kosong saat kejadian, sebab pemiliknya, Lendy Maulana, sedang berada di luar untuk urusan mengantar barang.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi segera tiba di lokasi setelah menerima laporan pada pukul 08.06 WIB. Menurut saksi mata, ambruknya rumah terjadi sangat cepat.

“Menurut sejumlah warga di lokasi kejadian, rumah dua lantai itu tiba-tiba runtuh tanpa sebab. Tiba-tiba saja ada suara gemuruh dan langsung rata dengan tanah,” ujar Mamad warga sekitar.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat, mengungkapkan bahwa hasil kaji cepat timnya menyimpulkan penyebab utama bencana ini adalah lokasi bangunan yang berada di area kritis.

“Rumah tersebut berdiri tepat di tebing bantaran Sungai Cipelang. Struktur bangunan tidak mampu menahan beban karena beberapa faktor, yakni pondasi dasar yang kosong, material bangunan di bawah standar, dan kondisi tanah yang labil di sekitarnya,” jelas Novian.

Akibatnya, rumah dengan dimensi terdampak 20m x 8m x 10m tersebut runtuh sepenuhnya. Bangunan milik Lendy Maulana yang dihuni 1 KK (4 jiwa) ini rusak berat.

Selain itu, satu unit sepeda motor N Max berpelat F 3087 TAJ, perabot rumah tangga, dan sejumlah peralatan elektronik turut hancur tertimpa material bangunan.

Pihak BPBD bersama unsur terkait (kelurahan, kecamatan, TNI/Polri, dan masyarakat) telah melakukan asesmen, evakuasi aset berharga, dan memasang garis polisi di lokasi.

Keluarga terdampak saat ini sangat membutuhkan bantuan material untuk membangun kembali tempat tinggal, termasuk kayu, paku, bambu, genting, triplek, batu, bata, semen, dan pasir.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu
Ruas Loji-Geopark Tertutup Banjir dan Tiang Roboh, Akses Lalu Lintas Terganggu
Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air
Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut
BBM Industri Langka, Nelayan Palabuhanratu Sukabumi Menjerit
Heboh Penemuan Mayat di Kabandungan Ternyata Hoaks, Polisi Berhasil Selamatkan Seorang Wanita

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:53 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Sukabumi Semprot Langsung Area Puskesmas Palabuhanratu

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:07 WIB

Debit Sungai Melonjak Jelang Petang, Petugas Sisir Titik Rawan Banjir

Minggu, 24 Mei 2026 - 21:05 WIB

Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:20 WIB

DLH Sukabumi Beberkan Fakta Lingkungan, Dua Kecamatan Mulai Krisis Air

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:15 WIB

Nelayan Sukabumi Tercekik BBM, Dinas Perikanan Soroti Solar Subsidi yang Menyusut

Berita Terbaru