Kasus Pencabulan Bocah TK di Kadudampit, Gus Uha: Tindak Tegas Pelaku!

Senin, 3 November 2025 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus dugaan pencabulan terhadap seorang bocah taman kanak-kanak (TK) di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, terus menuai perhatian publik. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi mendesak aparat penegak hukum agar bertindak cepat dan tegas menuntaskan kasus yang mencederai rasa kemanusiaan itu.

Sekretaris MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun atau biasa disapa Gus Uha, menilai kejahatan terhadap anak adalah pelanggaran berat, baik secara hukum maupun moral. Ia menegaskan, tidak boleh ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual, apalagi jika korbannya masih di bawah umur.

“Penegakan hukum harus berjalan tanpa kompromi. Pelaku harus mendapat hukuman setimpal agar menjadi efek jera. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi juga dosa besar di mata agama,” ujar Gus Uha kepada Jurnal Sukabumi, Senin (3/11/2025).

Gus Uha menegaskan, dalam banyak kasus kekerasan terhadap anak, proses hukum kerap berhenti di tengah jalan karena ada upaya damai. Ia mengingatkan aparat agar tidak membiarkan hal itu terjadi lagi.

“Jangan ada istilah damai dalam kasus seperti ini. Korban harus dilindungi, bukan disudutkan. Aparat penegak hukum wajib menegakkan keadilan dengan seadil-adilnya,” tegasnya.

MUI Kabupaten Sukabumi juga meminta agar penyidikan dilakukan secara transparan dan berkeadilan, tanpa tekanan dari pihak mana pun. Menurut Gus Uha, sikap tegas aparat akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap hukum di Indonesia, khususnya di daerah.

Kasus ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kadudampit. Warga berharap aparat kepolisian dapat segera menetapkan langkah hukum yang pasti terhadap pelaku berinisial SI (19), yang diduga merupakan tetangga korban.

“Kami percayakan sepenuhnya kepada aparat, tapi kami ingin keadilan ditegakkan. Jangan sampai kasus ini tenggelam. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Situasi di sekitar lokasi kejadian kini masih diselimuti keprihatinan. Warga memberikan dukungan moral kepada keluarga korban, sambil berharap penegakan hukum dilakukan secara cepat dan adil.

Selain mendesak aparat hukum, MUI Sukabumi juga mengimbau masyarakat untuk memperkuat pengawasan terhadap anak-anak. Edukasi dini tentang perlindungan diri dinilai penting agar anak berani berbicara jika mengalami pelecehan.

Jangan menunggu kejadian baru bereaksi. Pencegahan itu tanggung jawab bersama, mulai dari keluarga, sekolah, sampai lingkungan,” tutur Gus Uha.

MUI menilai kasus di Kadudampit harus menjadi momentum untuk menegaskan kembali bahwa keadilan tidak boleh dibeli atau dinegosiasikan. Penegakan hukum yang tegas bukan hanya memberi efek jera, tetapi juga menjadi bentuk nyata perlindungan terhadap generasi penerus bangsa.

Anak-anak adalah amanah. Jika hukum lemah, berarti kita gagal menjaga amanah itu,” tegas Gus Uha menutup pernyataannya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Catut Nama Pejabat Kejari, Nomor WhatsApp Misterius Mulai Sasar Mitra MBG di Sukabumi
Kasus BGN, Tahsin Roy Dorong Tersangka Ungkap Dalang dan Penerima Keuntungan
Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli di Cibadak, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Pembersihan
Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?
Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
DPR Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Hergun Tegaskan Pentingnya Partisipasi Publik
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 11:39 WIB

Catut Nama Pejabat Kejari, Nomor WhatsApp Misterius Mulai Sasar Mitra MBG di Sukabumi

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:33 WIB

Kasus BGN, Tahsin Roy Dorong Tersangka Ungkap Dalang dan Penerima Keuntungan

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:41 WIB

Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli di Cibadak, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Pembersihan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:55 WIB

Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:35 WIB

Kabar Baik! Jembatan Baru Pamuruyan Cibadak Kini Mulai Difungsikan

Berita Terbaru