JURNALSUKABUMI.COM – Asap tipis mengepul dari deretan wajan besar di bawah tenda darurat. Di tengah hawa lembab dan tanah becek sisa banjir, terdengar suara sendok kayu beradu dengan panci, tawa lelah ibu-ibu yang tetap bersemangat, dan aroma nasi hangat yang menenangkan suasana.
Sejak pagi, puluhan tangan bekerja tanpa jeda di dapur umum Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi yang didirikan untuk membantu ribuan warga terdampak banjir dan longsor di Kecamatan Cisolok dan Cikakak.
“Ini bukan sekadar memasak, tapi memastikan saudara-saudara kita tidak kelaparan di tengah bencana,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Bambang Widyantoro. Kamis (30/10/2025).
Bambang menambahkan, selain menyiapkan makanan, Dinsos juga memastikan kebutuhan dasar lain seperti air bersih, selimut, dan logistik tambahan tetap terpenuhi.
“Fokus utama kami adalah memastikan tidak ada warga yang kelaparan. Setelah situasi stabil, baru kami pikirkan pemulihan pascabencana,” jelasnya.
Dapur umum ini melayani lebih dari 3.000 warga yang terdampak bencana. Setiap hari, ribuan bungkus nasi lengkap dengan lauk pauknya dibagikan ke posko-posko pengungsian dan rumah warga yang masih terisolir.
Ibu-ibu tampak cekatan membungkus nasi satu per satu, sementara para pria menyiapkan peralatan masak, dan air bersih. Wajah mereka lelah, tapi semangat gotong royong dan empati terpancar jelas.
“Meski capek, rasanya bahagia bisa bantu. Apalagi lihat warga tersenyum saat menerima makanan,” ujar Ibu Eneng salah satu relawan yang ikut membantu dapur umum.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












