Air Naik Seketika, Semua Hilang Sekejap: Cerita Nyata Korban Banjir Cisolok 

Senin, 27 Oktober 2025 - 22:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Derasnya hujan yang mengguyur wilayah selatan Sukabumi, Senin (27/10/2025), menyulut bencana banjir bandang di Kampung Tugu, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cisolok.

Dalam hitungan menit, air bah dari Sungai Cisolok meluap, menenggelamkan puluhan rumah dan meluluhlantakkan harta benda warga.

Kini, genangan air memang mulai surut. Namun yang tersisa adalah lumpur tebal, perabotan rusak, dan wajah-wajah lelah warga yang berjuang membersihkan sisa bencana.

Di antara mereka, Dudun (40) masih tampak menggenggam sapu lidi dan ember kotor. Ia menyeka wajahnya yang basah, bukan hanya karena peluh, tapi juga sisa air mata. Rumahnya terendam hampir setinggi pinggang orang dewasa.

“Waktu itu saya lagi di rumah, hujan deras. Tiba-tiba ada orang teriak, air datang dari arah jembatan. Pas saya keluar, air sudah besar sekali,” ceritanya dengan nada masih gemetar.

Dudun hanya sempat menyelamatkan anak-anak dan beberapa barang penting sebelum air menyerbu ruang tamu. “Anak saya tiga, alhamdulillah selamat semua, tapi satu sempat terjebak dan diselamatkan warga. Barang-barang habis semua. Dompet, surat-surat, hilang,” tuturnya.

Tak jauh dari rumah Dudun, Asep (52) pemilik bengkel onderdil motor, berdiri menatap puing-puing tokonya yang hancur. Rak-rak logamnya rebah, oli dan baut berserakan di lumpur.

“Air naik cepat banget, sampai satu meter. Tanggul yang dulu saya minta dibongkar nggak juga dibenahi, jadi air tertahan di situ dan meluap ke sini,” ujarnya kesal.

Kerugiannya ditaksir lebih dari Rp100 juta.

“Bangunan ukuran 8×5 hancur, onderdil banyak yang hanyut. Yang bisa diselamatkan cuma sedikit,” tambahnya.

Bagi warga Kampung Tugu, banjir kali ini bukan yang pertama, namun menjadi yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Banyak yang menduga tanggul sementara dan drainase di sekitar sungai tak mampu menahan debit air besar, apalagi setelah hujan terus mengguyur sejak siang.

Meski begitu, semangat gotong royong menjadi pemandangan yang mengharukan. Warga bahu-membahu mengangkat lumpur, mengevakuasi barang yang tersisa, dan membangun tanggul darurat dari karung pasir untuk mencegah banjir susulan.

Di tengah kepungan lumpur dan kerugian besar, mereka masih menyalakan satu hal: harapan.

“Yang penting sekarang kami selamat. Barang bisa dicari lagi, tapi nyawa nggak bisa diganti,” ujar Dudun lirih, menatap rumahnya yang separuh hancur.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak
Truk Bermuatan Gantungan Baju Terbakar di Pamuruyan, Asap Hitam Picu Kepanikan
Truk Bermuatan Penuh Bambu Terguling di Tanjakan Baeud Warungkiara
Pedagang Asongan Kritis Setelah Tertabrak Mobil di Exit Tol Parungkuda

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:49 WIB

Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:33 WIB

Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB