Rumah Ana Direnovasi Tahun Ini, Wabup dan Dinsos Imbau Koordinasi Cepat!

Kamis, 18 September 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi memprihatinkan rumah bilik bambu milik Ana (40) dan Mimin (36) di Kampung Ciamarayah, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal, menjadi perhatian publik. Bahkan, tahun 2025 ini bakal segera direnovasi.

Tidak lama dari informasi didapat, Wakil Bupati Sukabumi, Andreas didampingi Kepala Dinas Sosial, Wawan Godawan langsung menindaklanjuti kabar tersebut.

Dalam situasi ini, Andreas menegaskan bahwa pemerintah daerah siap turun tangan apabila laporan yang masuk benar-benar mendesak dan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

“Kami berkoordinasi langsung utamanya dengan Pak Camat yang pastinya kita dari pemerintah daerah selalu terdepan. Kemudian berkoordinasi RT sampai dengan desa dan kecamatan untuk ditindak,” ujar Andreas, Kamis (18/9/2025).

Dirinya pun mengimbau jika sifatnya urgent ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. “Tolong laporkan yang betul-betul urgensi harus segera diperhatikan. Dan kabar baiknya tahun ini rumah tersebut bakal direnovasi,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, kondisi memprihatinkan rumah bilik bambu milik Ana (40) dan Mimin (36) di Kampung Ciamarayah, Desa Walangsari, Kecamatan Kalapanunggal itu diakui 15 tahun sudah dihuni mereka.

Rumah berukuran 3×6 meter itu menjadi tempat berteduh enam jiwa, termasuk tiga anak dan seorang lansia, meski dindingnya miring, atap bocor, dan beralaskan semen seadanya.

Ana yang sehari-hari bekerja sebagai kuli cangkul dengan penghasilan sekitar Rp120 ribu per minggu, mengaku penghasilannya hanya cukup untuk kebutuhan makan. Untuk memperbaiki rumah, dirinya tak sanggup.

“Kadang kerja cuma dua hari, seminggu libur. Jangankan untuk memperbaiki rumah, buat makan saja sudah pas-pasan,” ungkapnya.

Dengan dua kamar kecil berukuran 2×2 meter, keluarga ini sering dihantui rasa takut. Atap bilik yang melengkung dan dinding rapuh bisa ambruk kapan saja. Saat hujan besar turun, air merembes ke dalam rumah hingga membuat genangan di lantai.

“Kalau hujan deras, anak dan istri paling kecil tidur di tengah rumah karena takut kamar ambruk. Umi (ibu Ana) tidur di kamar,” kata Ana.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat
Tak Sekadar Naik Tingkat, Atlet Tarung Derajat Sukabumi Digembleng Bidik Porda Jabar
Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 
DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali
DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu
Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional
Jelang Musda MUI 2026, Diaga Muda Indonesia Sukabumi Raya Serukan Ukhuwah Islamiyah
BPBD Sukabumi Siapkan Mahasiswa IPB Jadi Perpanjangan Tangan Edukasi Kebencanaan di Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Musda MUI Sukabumi 2026, Wabup: Momentum Konsolidasi dan Evaluasi Kemaslahatan Umat

Senin, 20 Juli 2026 - 15:47 WIB

Jembatan Garuda Suci di Cikembar Diresmikan, Ini Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih! 

Senin, 20 Juli 2026 - 12:05 WIB

DLH Sukabumi Ungkap Pola Pengelolaan Sampah yang Benar, Pengangkutan Minimal Seminggu Sekali

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:11 WIB

DLH Sukabumi Bongkar Dugaan Pengelolaan Sampah Ilegal di Palabuhanratu

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:22 WIB

Kadiskominfosan: SMSI Sukabumi Raya Diharapkan Jadi Motor Penggerak Media Siber Profesional

Berita Terbaru