HIPMI Dukung Langkah Menkeu Tarik Dana Rp200 Triliun dari BI untuk UMKM

Senin, 15 September 2025 - 13:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM — Ketua Pembina Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Sukabumi sekaligus pengurus HIPMI Jawa Barat, Faizal Akbar Awaludin, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, untuk menarik dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI).

Dukungan tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, Akbar Himawan Buchari, yang menekankan pentingnya penyaluran dana tersebut ke sektor produktif, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ya, kami sepakat dan sangat mendorong agar kebijakan ini segera direalisasikan. Jika dana ini benar-benar mengalir ke sektor riil, UMKM akan kembali bergeliat, perputaran uang meningkat, dan perekonomian nasional bisa tumbuh lebih kuat,” ujar Faizal Akbar Awaludin kepada jurnalsukabumi.com, Senin (15/9/2025).

Sebelumnya, Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menyampaikan bahwa langkah pemerintah menarik dana dari BI harus difokuskan pada penguatan sektor riil. Ia menyebut, dukungan terhadap UMKM menjadi krusial dalam menjaga daya tahan ekonomi nasional.

“Kalau dana ini dialirkan ke sektor riil, khususnya UMKM, maka perputaran ekonomi akan lebih hidup dan pertumbuhan nasional semakin terjaga,” ujar Akbar dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (12/9/2025).

Akbar menambahkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat sebesar 5,12 persen pada kuartal II 2025 masih bisa ditingkatkan. Salah satu kuncinya adalah menjaga daya beli masyarakat yang belakangan mulai melemah.

“Ketika daya beli turun, otomatis perputaran uang melambat. Kondisi itu akan berimbas pada pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar dana Rp200 triliun tersebut tidak hanya digunakan untuk membeli instrumen keuangan seperti Surat Berharga Negara (SBN) atau Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), karena hal itu tidak akan berdampak langsung pada sektor riil.

“Kalau hanya berputar di instrumen keuangan, kebijakan ini tidak akan berdampak signifikan pada sektor riil. Sama saja bohong dengan semangat yang dibawa Menteri Keuangan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Akbar mengusulkan beberapa langkah strategis tambahan, antara lain:

• Penghapusan status kredit macet UMKM dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), tanpa menghapus kewajiban utang, agar pelaku usaha tetap bisa mengakses restrukturisasi dan pembiayaan baru.

• Penurunan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 8–9 persen.

• Perpanjangan kebijakan Pajak Penghasilan (PPh) final 0,5 persen bagi UMKM yang akan segera berakhir.

“Langkah ini bisa memberikan keadilan bagi wajib pajak yang patuh, sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

Akbar juga mengapresiasi keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan menggantikan Sri Mulyani. Ia menilai, langkah tersebut menunjukkan respons cepat Presiden terhadap dinamika sosial ekonomi yang tengah berlangsung.

“Pak Presiden merespons cepat dinamika sosial ekonomi dengan melakukan perombakan kabinet. Saya yakin Menkeu Purbaya bisa menghadirkan kebijakan yang lebih terukur dan berpihak pada pelaku usaha, terutama UMKM,” pungkasnya.

 

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Perumda AMTJM Sukabumi Perluas Akses Air Bersih, Target 3.000 Sambungan Gratis di 2026
Bangun SDM Unggul Energi Terbarukan, DMCG Edukasi Geothermal Sejak Dini di Sukabumi
Tahara BPR Sukabumi Cicurug Tetap Jadi Primadona
Pendaftaran TAHARA, Perumda BPR Sukabumi Cabang Cibadak Capai 670 Nasabah
BPR Sukabumi Buka Pendaftaran Tabungan Hari Raya, 25 Maret–24 April
Ini Linknya! Buku Panduan Ternak Ayam Petelur Cage-Free Bisa Jadi Acuan Strategi Bisnis Peternak
BPR Sukabumi Umumkan Pelayanan Oprasinoal Tutu Selama Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahu 2026
Gerakan Pangan Murah Polres Sukabumi Diserbu Masyarakat

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 16:51 WIB

Perumda AMTJM Sukabumi Perluas Akses Air Bersih, Target 3.000 Sambungan Gratis di 2026

Kamis, 23 April 2026 - 16:35 WIB

Bangun SDM Unggul Energi Terbarukan, DMCG Edukasi Geothermal Sejak Dini di Sukabumi

Sabtu, 18 April 2026 - 19:17 WIB

Tahara BPR Sukabumi Cicurug Tetap Jadi Primadona

Rabu, 15 April 2026 - 23:48 WIB

Pendaftaran TAHARA, Perumda BPR Sukabumi Cabang Cibadak Capai 670 Nasabah

Rabu, 8 April 2026 - 13:26 WIB

BPR Sukabumi Buka Pendaftaran Tabungan Hari Raya, 25 Maret–24 April

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777