Dinas Pertanian Sukabumi Gencarkan Upaya Produksi untuk Stabilkan Harga Pangan

Selasa, 9 September 2025 - 17:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sri Hastuty Harahap menyatakan, bahwa kunci utama untuk mengendalikan inflasi pangan adalah dengan mempercepat produksi.

Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diadakan melalui konferensi video pada Senin (08/09/2025).

Menurut Sri, fokus utama Dinas Pertanian adalah meningkatkan produksi komoditas pokok yang paling berpengaruh terhadap inflasi, seperti beras, cabai, dan bawang.

“Kalau dinas pertanian itu kan sebenarnya tupoksinya ke produksi, artinya kalau inflasi itu kan kenaikan harga jadi yang bisa kami lakukan adalah mengakselerasi produksi bahan-bahan pokok yang hari ini mempengaruhi inflasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, harga pangan saat ini sudah menunjukkan tren penurunan setelah sebelumnya sempat melonjak.

Pemerintah telah melakukan berbagai intervensi, termasuk gerakan pangan murah, penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dan inspeksi pasar untuk menekan harga.

“Sebenarnya hari ini sudah banyak penurunan harga. Dengan adanya gerakan pangan murah kemarin beras SPHP dikeluarkan kemudian ada sidak pasar dan sebagainya tadi harga-harga bahan pokok itu cenderung deflasi jadi turun,” kata Sri.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa strategi utama yang sedang digalakkan adalah meningkatkan luas tanam dan panen.

Program nasional dari Kementerian Pertanian untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) sedang diterapkan secara masif.

Tujuannya adalah agar petani, khususnya di Sukabumi, bisa menanam padi hingga tiga kali dalam setahun, bahkan dengan bantuan alat dan mesin pertanian.

“Hari ini semua daerah bukan hanya Sukabumi digenjot harus seluas-luasnya, jadi yang tadinya hanya bisa menanam satu kali setahun ini dipaksa dan harus dengan berbagai cara… harus bisa menanam di 3 kali dalam satu tahun padi,” jelasnya.

Sri menambahkan, upaya peningkatan produksi juga mencakup pengembangan padi gogo. Targetnya, indeks pertanaman (IP) yang semula 2,2 dapat ditingkatkan menjadi 3 kali dalam setahun.

“Kalau produksi banyak kan otomatis sebetulnya tidak ada istilah harga naik. Biasanya kan ekonomi begitu,” pungkasnya.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026
Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda
DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager
PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha
Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani
SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen
SPPG Bantargadung Bojonggaling 2 Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah dan Pemotongan Hewan Kurban
Apresiasi Kepedulian Hergun, Insan Pers Sukabumi: Beliau Bukan Sekadar Mitra, Tapi Orangtua

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:26 WIB

ABPEDNAS Cetak Sejarah, Raih 100 Ribu Anggota Bertepatan Hari Lahir Pancasila 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 12:57 WIB

Pancasila di Tengah Tantangan Zaman, Pesan Bupati Sukabumi untuk Generasi Muda

Senin, 1 Juni 2026 - 12:14 WIB

DP3A Sukabumi Dorong Generasi Bebas Diskriminasi Melalui Program Cager

Minggu, 31 Mei 2026 - 21:53 WIB

PLN UP3 Sukabumi Salurkan 6 Sapi dan 1 Kambing Kurban, Ribuan Warga Rasakan Manfaat Idul Adha

Sabtu, 30 Mei 2026 - 16:22 WIB

Membusuk di Pembaringan Selama 31 Tahun, Keluarga Terharu saat Bupati Sukabumi Datang ke Rumah Ahmad Yani

Berita Terbaru