Dibalik Kasus Kematian Warga Selabintana di Parit, Keluarga Cium Kecurigaan

Rabu, 3 September 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus kematian Asep Rusli (56) yang sebelumnya ditemukan di sebuah parit di Kampung Selabintana Kulon, Desa Sudajayagirang, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi pada Minggu (31/8/2025) lalu, menuai kecurigaan pihak keluarga.

Pasalnya, jasad korban yang diketahui sebagai seorang juru parkir itu ditemukan ada luka di bagian kepala dan membuat pihak keluarga menduga bahwa Asep menjadi korban penganiayaan.

Sebelumnya, pencarian Asep dimulai pada Minggu, 31 Agustus 2025, setelah ia tak kunjung pulang ke rumah sejak dini hari. Istrinya, Rita Kartika (53), mengatakan bahwa biasanya Asep sudah pulang pada pukul 03.30 WIB.

“Ini pas sampai udah salat subuh udah beres dia belum pulang juga. Akhirnya saya cari sama anak saya,” kilas Rita, Rabu (3/9/3035).

Setelah pencarian pertama tidak membuahkan hasil, Rita dan anaknya kembali mencari Asep pada pukul 05.30 WIB.

“Pas udah berapa langkah di gorong-gorong itu pertama ngelihat sepatunya. Pas dilihat benar kata anak saya itu si papah. Kita shock lah sampai teriak-teriak manggil saudara akhirnya semua keluar tetangga semua,” kenangnya.

Korban yang ditemukan dalam kondisi kritis segera dilarikan ke IGD RSUD R. Syamsudin SH. Namun, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Pernyataan dari dokter katanya ibu ini kalau rekaman dari itu masih ada, tapi kalau dari denyutnya udah ga ada,” tutur Rita, mengutip penjelasan dokter.

Keluarga semakin yakin Asep adalah korban penganiayaan setelah melihat kondisi fisiknya.

“Pas pertama saya lihat kan shock. Mata bengkak, biru keluar darah dari telinga sebelah kanan. Ini robek. Kayaknya dari dalam otak pembuluh darah langsung pecah,” kata Rita.

Ia juga menambahkan, tidak ada luka lain di badan atau kaki Asep. Dugaan penganiayaan diperkuat dengan fakta bahwa dompet korban raib, meskipun ponselnya masih ada.

Ia juga menekankan bahwa selama ini suaminya tidak pernah punya musuh. Rita berharap kasus ini dapat segera terungkap.

“Kita berasumsi ini penganiayaan. Dia juga baik sama mau pemuda-pemuda mau bapak-bapak dia masuk cepat akrab orangnya,” imbuhnya.

“Cepat terungkap aja siapa pelakunya, apa motifnya meskipun kita biar Allah yang menghukum dia, kita mah emang ga kuasa. Cuma pengen tahu siapa apa motifnya,” ucapnya.

Kasi Humas Polres Sukabumi Kota AKP Astuti Setyaningsih menjelaskan, beberapa luka pada tubuh korban, yaitu pendarahan dari telinga kanan, luka memar di mata kanan, luka robek di dahi, luka di bagian bibir, dan luka di lutut kanan.

“Awalnya mau diautopsi tapi dari pihak keluarga membuat pernyataan bahwa pihak keluarga tidak mengizinkan almarhum diautopsi,” ujarnya.

Hingga kini, penyebab pasti kematian AR masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Polsek Sukabumi bersama jajarannya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti.

“Penyebab kejadian ini masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Astuti Setyaningsih, dalam keterangannya.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli di Cibadak, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Pembersihan
Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?
Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug
Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil
Jalan Kampung Bojongkopi Longsor Empat Tahun Lalu, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan
Puncak Arus Balik Iduladha, Kemacetan di Cibadak Mengular hingga Jalur Alternatif Nagrak
Sejumlah Indomaret di Sukabumi Mendadak Tutup, Warga Bingung Ada Apa?
Kepergok di Vila Kosong, Terduga Pencuri Nyaris Diamuk Massa di Parungkuda

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:41 WIB

Jalan Licin Akibat Tumpahan Oli di Cibadak, Petugas Gabungan Sigap Lakukan Pembersihan

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:55 WIB

Ratusan Massa GCB Geruduk SPPG Cireundeu: Sampaikan 7 Tuntutan, Apa Saja?

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:23 WIB

Heboh! Disnakertrans Temukan TKA Diduga Ilegal di PT KKB Cicurug

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:38 WIB

Maling Domba di Cikakak Keok karena Ban Pecah, Empat Ekor Ternak Ditemukan di Dalam Mobil

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:01 WIB

Jalan Kampung Bojongkopi Longsor Empat Tahun Lalu, Warga Keluhkan Belum Ada Perbaikan

Berita Terbaru