Alami Depresi, Wanita Ini Dikurung Belasan Tahun di Kamar Sempit

Selasa, 26 Agustus 2025 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang perempuan bernama Nurjanah (43) terpaksa harus menghabiskan waktu selama 18 tahun di dalam kamar sempit yang terkunci di rumahnya sendiri di Kampung Cikawung, Desa Babakanpanjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi.

Informasinya, ia dikurung diduga akibat mengalami keterbelakangan mental. Bahkan, sesekali kerap mengamuk dan mencoba kabur. Nurjanah hanya tinggal sendiri dan untuk makan sehari-hari hanya mengandalkan pemberian keluarganya.

“Kalau penyebab pasti gangguan mental yang dialami Nurjanah belum tau. Hanya saja dia sempat tinggal di Blitar bersama suami dan anak laki-lakinya, namun kerap sakit-sakitan hingga pulang sendiri ke sini,” kata Halimah (56), kakak kandung Nurjanah kepada jurnalsukabumi.com di lokasi, Selasa (26/8/2025).

Kondisi Nurjanah pun kata dia sesekali normal bahkan sempat meminta kerja dan minta makan enak. Termasuk pernah melakukan video call terhadap anak laki-lakinya yang kini sudah remaja via WhatsAap.

“Ya, itu tadi yang ditakutkan pas dia lagi ngamuk, karena pernah kabur dua kali. Jadi terpaksa dikurung di kamarnya,” ulas Halimah.

Sementara itu, rumah Nurjanah tersebut hanya berjarak 1 kilometer dari kantor Desa Babakanpanjang dan baru diketahui belum lama ini oleh petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).

Mengetahui kondisi tersebut petugas gabungan dimulai Desa, Kader, Puskesmas, Dinas Sosial, TNI/Polri hingga tokoh masyarakat langsung membantu Nurjanah. Langkah pertamanya mengevakuasi dari lokasi saat ini.

Kepala Puskesmas Nagrak, Masriyadi menyampaikan bahwa Nurjanah hanya mengalami depresi. Karena tadi saat mencoba berkomunikasi memang agak nyambung. Tapi pas muali ramai timbul kecemasan dan ketakutan.

“Insyallah kami akan bantu semaksimal mungkin dan diyakini akan kembali sembuh. Kita dorong pengobatan secara luar dan kejiwaanya. Tapi yang terpenting perlakuan lingkungan. Karena menghadapi yang gangguan mental perlu juga dengan cara memanusiakan manusia. Terpenting jauhkan dari benda-benda yang membahayakan,” sarannya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Babakanpanjang Saepuloh membenarkan peristiwa tersebut dan baru dikatahui belum lama ini. Pihaknya langsung melakukan lintas koordinasi termasuk langsung ke Dinas Sosial.

“Iya baru tahu juga memang. Hanya saja kami pastikan akan sepenuhnya dilayani. Langkah awal dilakukan pembuatan KTP dan mengkoordinasikan ke pihak-pihak terkait,” singkatnya.

 

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru