Penjelasan Tim Medis, Bocah Tiga Tahun Meninggal Akibat Ribuan Cacing di Tubuhnya

Selasa, 19 Agustus 2025 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang bocah berusia tiga tahun, Raya, meninggal dunia di RSUD R Syamsudin SH Sukabumi setelah dirawat intensif akibat infeksi cacing yang parah.

Anak asal Kampung Padangenyang, Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan ini, meninggal pada 22 Juli 2025 setelah dirawat selama sembilan hari.

Ketua Tim Penanganan Keluhan RSUD R Syamsudin SH, dr. Irfanugraha Triputra, menjelaskan kronologi penanganan Raya. Menurutnya, Raya tiba di rumah sakit pada 13 Juli pukul 20.00 WIB dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Saat dibawa ke sini, kondisinya sudah tidak sadar. Menurut keterangan ibunya, Raya sudah tidak sadarkan diri sejak sehari sebelumnya, yaitu 12 Juli, dengan gejala awal demam, batuk, dan pilek,” ujar Irfanugraha dalam keterangannya, Selasa (19/08/2025).

Awalnya, dokter menduga ketidaksadaran Raya disebabkan oleh meningitis TB, sebuah infeksi yang bisa menjadi komplikasi dari TBC, penyakit yang sedang diderita oleh kedua orang tuanya. Namun, saat diobservasi di IGD, hal mengejutkan terjadi.

“Cacing keluar dari hidungnya. Dari situ, kami menduga ada dua kemungkinan penyebab ketidaksadarannya: komplikasi TBC atau infeksi cacing,” jelasnya.

Cacing yang ditemukan adalah cacing gelang (Ascaris). Selain tidak sadar, kondisi vital Raya, termasuk tekanan darah, juga tidak stabil.

Tim medis segera melakukan penanganan awal dengan memberikan infus cairan untuk menstabilkan kondisinya sebelum akhirnya Raya dirawat di ruang perawatan anak (Picu).

Irfanugraha menambahkan, kasus cacingan pada anak memang relatif banyak, namun kasus Raya tergolong sangat parah. Cacingnya sudah berukuran besar dan jumlahnya tidak terhitung.

“Ini mestinya sudah ketahuan sebelumnya karena cacingnya sudah besar-besar,” ucapnya.

Menurut Irfanugraha, cacing gelang hidup di tanah. Manusia bisa terinfeksi jika secara tidak sengaja menelan telur cacing, yang bisa menempel di makanan, minuman, atau tangan yang kotor setelah bermain tanah.

Kondisi rumah panggung Raya yang lantainya langsung bersentuhan dengan tanah menjadi salah satu faktor risiko.

“Telur cacing yang tertelan akan menetas di dalam usus dan berkembang menjadi larva dalam 2-3 minggu. Larva inilah yang bisa menyebar melalui pembuluh darah ke paru-paru, ginjal, bahkan otak,” jelasnya.

Dalam kasus Raya, larva cacing sudah menjalar ke otak dan paru-paru, menyebabkan kondisi tidak sadar dan cacing keluar dari hidung.

“Karena kondisi tidak sadar dan cacingnya keluar dari hidung, itu artinya cacing sudah bersarang di saluran napas dan pencernaan, lalu merambat ke atas,” tambahnya.

Untuk mencegah infeksi cacing, Irfanugraha menyarankan beberapa hal sederhana, seperti memakai alas kaki saat bermain di luar, mencuci tangan setelah bermain, dan memastikan makanan dimasak hingga matang.

Mengenai biaya pengobatan, Irfanugraha mengungkapkan bahwa Raya tidak memiliki kartu kependudukan sehingga tidak bisa menggunakan BPJS.

Seluruh biaya pengobatan akhirnya ditanggung oleh pihak relawan “Rumah Teduh” yang membawa Raya ke rumah sakit. Pihak rumah sakit juga memberikan keringanan untuk biaya tersebut.

“Kasus sekompleks ini, di mana pasien datang dalam kondisi paling berat dan terlambat, ini pertama kali saya temui selama tiga tahun bertugas di sini,” pungkasnya.

 

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Sungai Cidadap Terus Menggerus, Bupati Sukabumi Pastikan Normalisasi Diprioritaskan
Korsleting Listrik Diduga Jadi Biang Kebakaran, 5 Rumah di Kasepuhan Sinar Resmi Terdampak
Sungai Cidadap Menggerus Sawah hingga Mata Pencaharian, Kini Permukiman Di Simpenan Jadi Sasaran
Kebakaran Melanda Kampung Adat Sirnaresmi, Rumah Sekdes di Cisolok Tak Tersisa
Sukabumi Mulai Waspada Abu Vulkanik, Kepala Sekolah Bisa Alihkan Pembelajaran ke Daring
Api Menyambar Stok BBM, Pemilik Warung di Simpenan Ditemukan Meninggal 
PERADI Profesional, Misyal B. Achmad Jadi Penggerak Penguatan Organisasi
Retribusi Jalan, Dermaga Terbengkalai, HNSI Soroti Pendangkalan Dermaga Palabuhanratu

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:58 WIB

Sungai Cidadap Terus Menggerus, Bupati Sukabumi Pastikan Normalisasi Diprioritaskan

Senin, 7 September 2026 - 17:16 WIB

Korsleting Listrik Diduga Jadi Biang Kebakaran, 5 Rumah di Kasepuhan Sinar Resmi Terdampak

Senin, 7 September 2026 - 11:43 WIB

Sungai Cidadap Menggerus Sawah hingga Mata Pencaharian, Kini Permukiman Di Simpenan Jadi Sasaran

Senin, 7 September 2026 - 11:38 WIB

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sirnaresmi, Rumah Sekdes di Cisolok Tak Tersisa

Minggu, 6 September 2026 - 20:12 WIB

Sukabumi Mulai Waspada Abu Vulkanik, Kepala Sekolah Bisa Alihkan Pembelajaran ke Daring

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam