DPPKB Genjot Penurunan Stunting Melalui Penguatan Kampung KB dan Program DASHAT

Senin, 21 Juli 2025 - 15:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi terus mengintensifkan upaya penurunan angka stunting di wilayahnya.

Salah satu strategi utama adalah dengan memperkuat peran Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), serta mengoptimalkan program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT).

Sebagai langkah konkret, DPPKB Kabupaten Sukabumi baru-baru ini menggelar Saresehan Evaluasi Tim Edukasi DASHAT yang dilaksanakan secara roadshow di beberapa kecamatan.

Salah satu kegiatan tersebut berlangsung di Balesawala Kampung KB Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, dan diikuti oleh sekitar 60 peserta. Mereka terdiri dari beragam elemen penting seperti kader Kampung KB, pengurus PKK, bidan desa, tenaga kesehatan, penyuluh KB, serta unsur pemerintahan desa dan kecamatan.

Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat peran Tim Edukasi DASHAT sebagai garda terdepan dalam mengedukasi gizi keluarga dan mencegah stunting.

Kepala DPPKB Kabupaten Sukabumi, Uus Pirdaus, dalam sambutannya menegaskan bahwa DASHAT bukan sekadar program penyediaan makanan bergizi, melainkan sebuah gerakan perubahan pola pikir dan gaya hidup sehat dalam keluarga.

Ia menekankan pentingnya peran tim edukasi sebagai pelopor perubahan di tengah masyarakat.

“Kegiatan ini membahas mulai dari pemahaman konsep DASHAT yang berbasis potensi pangan lokal, strategi edukasi yang efektif, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor antara unsur desa, PKK, Puskesmas, Posyandu, dan tenaga kesehatan,” ujar Uus, beberapa lalu, Senin (21/07/2025).

Uus juga menekankan perlunya pemanfaatan data keluarga berisiko dari Puskesmas untuk memetakan sasaran prioritas secara tepat dan efisien.

Lebih lanjut, Uus menjelaskan bahwa keberhasilan penanganan stunting tidak hanya bergantung pada program formal pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat, khususnya kader Kampung KB.

“Pemahaman tentang gizi dan pola hidup sehat harus mampu menyentuh langsung ke setiap rumah tangga,” jelasnya.

DPPKB berharap Kampung KB dapat benar-benar menjadi pusat edukasi sekaligus penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju keluarga yang tangguh, sehat, dan bebas stunting.

“Saresehan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia yang berbasis ketahanan keluarga,” pungkasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:00 WIB

DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan

Berita Terbaru