JURNALSUKABUMI.COM– Warga Kampung RT 01 RW 01 Cikaret, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seekor King Kobra berukuran besar pada Rabu (09/07/2025) sore.
Ular sepanjang sekitar 3 meter dengan berat 4-5 kilogram itu berhasil dievakuasi tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sukabumi Sektor VII Sukaraja setelah mendapat laporan dari pemilik rumah.
Menurut Mulyadin, anggota Damkar Kabupaten Sukabumi, laporan masuk sekitar pukul 17.09 WIB melalui WhatsApp. Warga mengirimkan lokasi dan foto ular yang berada di dalam rumah.
“Proses evakuasi cukup lumayan gampang dan cepat. Ular itu masuk rumah melalui jendela belakang,” jelas Mulyadin.
Ia menambahkan bahwa lingkungan di sekitar rumah, yang dipenuhi kebun dan kolam ikan, memang menjadi habitat ideal bagi ular.
Awalnya, warga belum mengetahui jenis ular tersebut. Setelah evakuasi, Damkar mengedukasi warga bahwa itu adalah King Kobra, ular yang sangat berbahaya. Proses evakuasi yang dilakukan Damkar berlangsung dramatis namun cepat, hanya sekitar 8 menit.
“Ularnya agresif banget, kami cepat karena banyak masyarakat yang menonton. Takutnya membahayakan warga, jadi kami secepat mungkin menangkap ular tersebut,” kata Mulyadin.
Diduga, ular itu masuk rumah karena lapar dan sedang mencari mangsa. Mulyadin mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah. Pihaknya juga berharap agar warga tidak mengambil tindakan sendiri jika menemukan hewan berbahaya.
Pemilik rumah, Siti Indriani (35), menuturkan bahwa ia menerima telepon dari ibunya sekitar pukul 16.30 WIB. “Posisi saya waktu itu di kantor, ditelepon ibu dari rumah katanya ada ular,” ujarnya.
Siti langsung pulang dan tiba 20 menit kemudian. Bibi Siti adalah orang pertama yang melihat ular tersebut. “Dia masuk dari jendela katanya, kayaknya dari jendela langsung ke tempat baju menggulung, ada bunyi. Pas dilihat ‘Apa itu hitam panjang hidup?’ katanya bergerak, kaget itu ada ular langsung telepon saya,” terang Siti.
Siti Indriani mengaku sangat panik melihat ular sebesar itu. “Ibu sudah panik, sudah nggak berasa apa-apa. Ularnya gede, takut ke keluarga, makanya lari langsung cari bantuan ke depan, tetangga lagi nggak ada,” ujarnya.
Ia bersama bibinya hanya bisa mendiamkan ular tersebut sambil menunggu Damkar tiba, agar ular tidak semakin agresif.
“Nggak kayak mimpi ya, kalau ular kecil memang suka lihat selewat, cuma kalau ular segede gitu enggak tahu dari mana,” imbuh Siti, yang selama 72 tahun ibunya tinggal di sana belum pernah melihat King Kobra sebesar itu.
Setelah berhasil ditangkap, ular dibawa ke Posko Damkar Sukaraja untuk dicek kondisinya. “Kondisinya aman cuma sedikit stres,” kata Mulyadin.
Ular tersebut tidak akan dipelihara, melainkan akan dilepas kembali ke habitat aslinya yang jauh dari pemukiman setelah pulih, seperti di pegunungan.
Siti sangat mengapresiasi kecepatan dan profesionalisme Damkar. “Cepat mereka nanganinnya, dilakban terus dikarungin dibawa pulang ke Damkarnya,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah memperbanyak jumlah personel Damkar dan fasilitasnya, serta meningkatkan sosialisasi kontak darurat kepada masyarakat. “Harusnya buat Damkar itu harusnya diperbanyak wilayahnya,” tegasnya.
“Kalau ada ular di depan rumah atau di sekitar kita, dicek lagi tempat-tempatnya. Jangan ada sampah bertumpuk, barang tidak terpakai, atau berserakan yang bisa jadi sarang ular,” pesannya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












