Cegah Potensi Konflik, Kemenag Dorong Penguatan Moderasi Beragama di Sukabumi

Kamis, 10 Juli 2025 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sukabumi sampaikan komitmen menjaga kerukunan melalui penguatan moderasi beragama dan deteksi dini potensi konflik sosial keagamaan.

Di tengah dinamika keberagaman sosial dan keagamaan, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Kabupaten Sukabumi, Deddy Wijaya, usai menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Kemenag Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Pelabuhan II, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi pada Kamis (10/07/2025).

Mengusung tema “Merawat Kebersamaan, Meneguhkan Moderasi Beragama di Tengah Keberagaman”, kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah daerah, tokoh agama, organisasi masyarakat, hingga akademisi.

Deklarasi Kemenag Kabupaten Sukabumi dalam menjaga kerukunan melalui penguatan moderasi beragama dan deteksi dini potensi konflik sosial keagamaan.

“Dalam forum ini, para peserta menyepakati satu pernyataan komitmen bersama untuk mendukung langkah strategis menjaga keharmonisan antar umat beragama,” ujarnya.

Dalam pernyataan yang ditandatangani bersama, para peserta menyatakan lima poin komitmen, antara lain mendukung hak beribadah seluruh warga negara, memperkuat penanganan konflik secara inklusif dan non-kekerasan, menanamkan nilai-nilai bina damai (peacebuilding), mendorong moderasi beragama sebagai pilar ketahanan sosial, serta membangun kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan masyarakat yang damai dan harmonis.

Selain itu, pihaknya juga telah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang dijalankan oleh Direktorat Bimbingan Masyarakat Islam. Secara nasional, kegiatan ini terbagi dalam empat zona besar: Zona I (Sumatera dan Aceh), Zona II (Jawa dan Bali), Zona III (Kalimantan dan Sulawesi), serta Zona IV (NTB, NTT, Maluku, Maluku Utara, dan Papua).

“Kabupaten Sukabumi masuk dalam Zona II. Fokus kegiatan ini adalah penguatan deteksi dini terhadap potensi konflik sosial berdimensi keagamaan, serta penguatan upaya pencegahannya,” paparnya.

Sebab itu, Kemenag Kabupaten Sukabumi telah mengundang unsur pemerintah daerah, MUI, ormas Islam, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menyatakan komitmen menjaga kerukunan antar umat beragama.

Deddy menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga pusat. Evaluasi ini menjadi dasar penyesuaian pendekatan dan kebijakan dalam merawat keharmonisan di masyarakat.

“Kami telah menurunkan tim untuk memberikan edukasi langsung ke masyarakat. Edukasi ini menyangkut pemahaman regulasi yang mengatur kehidupan antar umat beragama serta pentingnya menjaga kondusifitas wilayah,” ujarnya.

Menurut Deddy, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah minimnya pemahaman masyarakat terhadap regulasi yang mengatur kebebasan beragama dan kehidupan sosial. “Kadang konflik muncul karena kesalahpahaman. Sosialisasi belum menyentuh semua lapisan masyarakat. Ke depan, ini akan kita perbaiki,” imbuhnya.

Ia pun berharap, melalui forum seperti FGD ini, semua pihak dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang sempat memicu ketegangan sosial.

“Harapannya, masyarakat semakin dewasa, bijak, dan mampu menjaga keharmonisan tanpa harus bergantung pada intervensi pihak luar,” ungkapnya.

Di tengah meningkatnya tantangan sosial yang seringkali melibatkan isu identitas, Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi berharap sinergi antar lembaga dan tokoh agama akan memperkuat benteng sosial di masyarakat.

“Merawat keberagaman adalah kerja bersama. Dengan semangat moderasi beragama, kita bisa menjaga keutuhan bangsa dari tingkat paling dasar: keluarga, lingkungan, dan komunitas lokal,” sambung dia.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Milad Ponpes Assalam ke-43, Andreas Tegaskan Peran Pesantren Bentuk Generasi Berkualitas ‎
Inovasi DKM Al-Muawanah Cimaja, Lumbung Beras Dhuafa Jadi Jembatan Kesejahteraan Warga
Guru Ngaji hingga Petugas Kebersihan, Muhibah Ramadan Antar 43 Warga Sukabumi Ke Tanah Suci
Dari Tahfiz hingga Sprint 100 Meter, 890 Santri Sukabumi Berebut Tiket Menuju PORSADIN Jabar
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
11 Ribu Peserta Siap Ikuti Khatam Akbar, Pemkab Sukabumi Pastikan Seluruh Persiapan Tuntas
Lantunan Al-Qur’an dan Senyum Anak Yatim Warnai Santunan Muharam Warung Sedekah
Milad Ke-54 DMI, Bupati: Jadikan Masjid dan Majelis Ilmu Benteng Pertahanan Moral Generasi

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Milad Ponpes Assalam ke-43, Andreas Tegaskan Peran Pesantren Bentuk Generasi Berkualitas ‎

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:52 WIB

Inovasi DKM Al-Muawanah Cimaja, Lumbung Beras Dhuafa Jadi Jembatan Kesejahteraan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 21:27 WIB

Guru Ngaji hingga Petugas Kebersihan, Muhibah Ramadan Antar 43 Warga Sukabumi Ke Tanah Suci

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:16 WIB

Dari Tahfiz hingga Sprint 100 Meter, 890 Santri Sukabumi Berebut Tiket Menuju PORSADIN Jabar

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam