JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukabumi menunjukkan komitmen kuat dalam menyukseskan Program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) Tahun 2025 di Desa Gunungguruh, Kecamatan Gunungguruh.
Dukungan ini diwujudkan melalui intervensi konkret dalam bentuk rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) dan pemberian bantuan jaminan sosial.
Dalam rapat koordinasi lintas sektor tingkat kabupaten yang diselenggarakan pada Rabu, 9 Juli 2025, di Bale Sawala Gunungguruh, Dinsos memaparkan upaya strategisnya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kabupaten Sukabumi, Iwan Triyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi langsung terhadap data penerima program rehabilitasi RTLH.
“Sebanyak 10 rumah telah kami verifikasi langsung ke lapangan dan saat ini tinggal menunggu proses penetapan melalui SK kepala daerah,” terang Iwan beberapa waktu lalu Kamis (10/07/2025).
Selain program rehabilitasi RTLH, Dinsos juga fokus pada bantuan jaminan sosial. Mereka telah melakukan labelisasi atau stikerisasi terhadap keluarga penerima bantuan sosial berupa bantuan iuran jaminan kesehatan (KIS) yang sepenuhnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sukabumi.
“Jumlah penerima KIS di Desa Gunungguruh yang kami intervensi sebanyak 1.344 jiwa atau 827 Kepala Keluarga,” imbuh Iwan.
Menurut Iwan, intervensi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya menyeluruh Dinsos dalam mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis keluarga, yang sejalan dengan tujuan utama program P2WKSS.
“Kami tidak hanya fokus pada pemberian bantuan, tapi juga memastikan bahwa keluarga yang menerima bantuan dapat terdata, terpantau, dan mendapatkan haknya secara adil dan merata,” pungkasnya.
Dengan adanya sinergi lintas sektor dan peran aktif dari berbagai instansi, Dinsos optimistis bahwa program P2WKSS Tahun 2025 di Desa Gunungguruh akan berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan keluarga serta pemberdayaan perempuan di desa tersebut.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












