MUI Sebut Warga Cidahu Toleran, Gus Uha: Isu Soal Tempat Ibadah Hanya Salah Paham

Rabu, 2 Juli 2025 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – MUI Kabupaten Sukabumi angkat bicara terkait polemik yang terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, menyusul adanya aktivitas keagamaan di sebuah rumah tinggal yang sempat memicu reaksi warga.

Dalam keterangannya, MUI menegaskan bahwa tidak ditemukan rumah ibadah dalam bentuk gereja di lokasi tersebut, melainkan hanya rumah warga yang digunakan untuk aktivitas rohani.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun, menyampaikan rasa prihatin atas kesalahpahaman yang berkembang di tengah masyarakat.

“Pertama, kami merasa prihatin atas kejadian di Desa Tangkil. MUI hadir untuk merespons secara bijak dan mencari solusi terbaik demi kemaslahatan umat. Setelah kami cek langsung ke lapangan, tidak ditemukan tempat ibadah berbentuk gereja, yang ada hanyalah rumah milik warga,” jelasnya, Rabu (2/7/2025).

Gus Uha sapaan karib Kh. Ujang Hamdun menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya di Cidahu, dikenal sebagai komunitas yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai toleransi antarumat beragama. Banyak pekerja non-Muslim yang tinggal dan bekerja di daerah tersebut, dan selama ini hidup berdampingan secara harmonis.

“Masyarakat Cidahu sudah terbiasa bersilaturahmi dengan pemilik rumah tersebut sejak lama. Aktivitas yang dilakukan bukan di tempat ibadah, tapi di rumah pribadi. Ini menunjukkan bahwa nilai-nilai toleransi sudah lama tumbuh di tengah warga,” tegasnya.

Terkait kegiatan retret yang dilakukan, Gus Uha menyebut bahwa seharusnya pihak penyelenggara melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan lingkungan sekitar. Hal ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman atau persepsi yang keliru.

“Setiap kegiatan semestinya ada izin atau minimal pemberitahuan kepada warga sekitar. Selama tidak mengganggu tradisi dan norma setempat, masyarakat Sukabumi sangat terbuka. Namun mungkin dalam hal ini terjadi miss komunikasi antara pemilik rumah dan warga,” jelasnya.

MUI mengajak semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terpancing provokasi yang dapat memperkeruh suasana. “Masyarakat diminta tetap menjaga kerukunan, saling menghargai, dan mengedepankan dialog sebagai solusi atas segala persoalan yang muncul,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dari Padjadjaran Anyar, KNPI Palabuhanratu Ari Awaludin Ajak Pemuda Rawat Tradisi Leluhur
Bukan Sekadar Internet, Pemasang Tiang MyRepublic di Citarik Direspons Positif Warga
2.220 Penerima Manfaat Nikmati Menu Rendang MBG, SPPG Purabaya Neglasari 1 Jaga Kualitas Gizi Anak
Rendang Sapi hingga Jeruk Jadi Menu MBG, 1.649 Siswa Binaan SPPG Antasena Cimahpar-Kalibunder
Bawa Bantuan dan Pesan Kesabaran, Koperasi Bumi Kiara dan Sapu Jagat Hadir di Ciptamulya
GRIB Jaya Sukabumi Turun ke Ciptamulya, Salurkan Bantuan dan Pastikan Siap Bantu Warga Terdampak
Ari Awaludin Pimpin KNPI Palabuhanratu Salurkan Bantuan Korban Kebakaran Ciptamulya
Muscam Ganda Warnai KNPI Palabuhanratu, Masing-masing Kubu Tegaskan Legitimasi

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 21:29 WIB

Dari Padjadjaran Anyar, KNPI Palabuhanratu Ari Awaludin Ajak Pemuda Rawat Tradisi Leluhur

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

Bukan Sekadar Internet, Pemasang Tiang MyRepublic di Citarik Direspons Positif Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 08:59 WIB

2.220 Penerima Manfaat Nikmati Menu Rendang MBG, SPPG Purabaya Neglasari 1 Jaga Kualitas Gizi Anak

Senin, 27 Juli 2026 - 08:57 WIB

Rendang Sapi hingga Jeruk Jadi Menu MBG, 1.649 Siswa Binaan SPPG Antasena Cimahpar-Kalibunder

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:58 WIB

Bawa Bantuan dan Pesan Kesabaran, Koperasi Bumi Kiara dan Sapu Jagat Hadir di Ciptamulya

Berita Terbaru