Berharap Kerja, Warga Sukabumi Malah Terjebak di Kamboja dan Jadi Korban TPPO

Selasa, 1 Juli 2025 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kisah pilu Muhammad Bagas Saputra (22) asal Ciaul, Jalan Amubawa, Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, menjadi sorotan baru dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Ironisnya, pemuda yang semula berlayar mencari nafkah di lautan, kini justru terdampar dan disekap di daratan Kamboja, menjadi korban jerat kerja scam dan pemerasan yang keji.

Kabar mengenai Bagas pertama kali menyebar melalui media sosial Facebook, yang menyebutkan dirinya disekap, disiksa, diikat, disetrum, dan dimintai tebusan Rp 40 juta.

Rangga Saputra (26), kakak kandung Bagas, membenarkan kabar tersebut. Ia mengungkapkan, ancaman itu datang langsung dari pihak perusahaan di Kamboja melalui panggilan video WhatsApp pada Jumat, (27/06/2025).

“Yang ngabarin itu langsung dari perusahaannya dari Kamboja, mereka ngancam ke keluarga saya. Ancamannya saya ga mau menunda-nunda waktu kalau menunda-nunda waktu dia akan terluka dengan bahasa Cina ada translate bahasa Indonesia,” ujar Rangga pada Selasa (01/07/2025).

Dalam video itu, terlihat jelas Bagas dalam kondisi yang mengerikan, disiksa di depan mata keluarganya. Rangga mengisahkan awal mula perjalanan adiknya.

Bagas berangkat untuk bekerja di perusahaan pelayaran pada April 2024. Namun, pada Juni 2024, ia sempat diturunkan di pelabuhan Cina bersama beberapa temannya tanpa uang sepeser pun karena masalah dengan kru kapal.

“Kapten kapalnya orang Cina jadi dia lebih memilih orang Cina dibandingkan adik saya dan teman-temannya,” jelas Rangga.

Setelah kejadian itu, Bagas menghilang dari kontak keluarga hingga akhirnya ia menghubungi kembali pada Jumat, 27 Juni 2025. Ia mengabarkan sudah berada di Kamboja dan mengaku bingung karena tidak punya uang atau tiket untuk pulang.

Dalam kondisi terdesak, ia menerima tawaran kerja di Kamboja, dengan harapan bisa segera kembali ke Indonesia. Saat itu, tanpa menyadari bahaya yang menantinya

“Doain aja katanya bulan Agustus 2025 saya mau pulang ke Indonesia,” katanya.

Tak lama setelah komunikasi tersebut, keluarga Bagas menerima panggilan video mengerikan yang memperlihatkan adegan penyiksaan Bagas. Rangga menduga adiknya disekap dan disiksa karena gagal mencapai target kerja yang ditentukan perusahaan.

“Setahu saya kerja scam gitu, jadi Intinya adik saya gak kejar target sama kena denda,” ungkapnya.

Keluarga Bagas di Sukabumi kini dalam kondisi sangat cemas dan berharap pemerintah dapat segera bertindak untuk menyelamatkan Bagas.

Kisah Bagas ini bukan hanya tragedi pribadi, tetapi juga cerminan dari bahaya yang mengintai para pencari kerja di luar negeri, terutama yang tergiur tawaran pekerjaan tidak jelas atau melalui jalur non-prosedural.

Atas kejadian ini, sejumlah pihak akan membantu keluarga korban untuk segera melaporkan dan pendampingan ke kepolisian.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu
Kades di Ciemas Berada di Satresnarkoba, Kapolres: Masih Dalam Penyelidikan
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!
Belum Kantongi Izin, Pembangunan Alfamart Ditegor Satpol PP Cibadak

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:07 WIB

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:09 WIB

US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu

Berita Terbaru

Pendidikan

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM

Senin, 10 Agu 2026 - 14:58 WIB