Tinjau Lokasi Banjir, Wabup Pastikan Penyebab dan Upaya Tanggap Darurat

Selasa, 27 Mei 2025 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Palabuhanratu beberapa hari lalu menyebabkan aliran sungai di Kampung Cileungsi, Desa Citarik meluap hingga menggenangi Jalan Nasional. Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas langsung turun ke lokasi untuk meninjau dampak banjir, Selasa (27/5/2025).

Dalam kunjungannya, Wabup Andreas menyatakan bahwa pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menangani masalah tersebut dengan langkah-langkah penanganan yang cepat dan juga memikirkan solusi jangka panjang.

“Penting bagi kita untuk memastikan adanya sinergi antar instansi dalam mengatasi persoalan banjir, terutama di jalur vital seperti Jalan Nasional ini,” kata Wabup Andreas.

Banjir yang melanda jalur nasional tersebut sempat menyebabkan kemacetan lalu lintas, meski tidak ada laporan korban jiwa. Namun, Wabup Andreas mengingatkan agar warga tetap waspada, mengingat potensi bencana susulan masih ada.

Selain meninjau lokasi banjir, Wabup Andreas juga menyambangi salah satu perusahaan tambang di wilayah sekitar, yaitu CV Cikadu Berkarya. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan legalitas operasional perusahaan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar.

“Kita tidak bisa berasumsi bahwa tambang ini menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan. Namun, kita akan mendorong perusahaan untuk segera memperpanjang izin operasionalnya,” ujar Wabup.

Ia juga menekankan bahwa jika perusahaan sudah memiliki izin resmi, status legalitasnya harus disosialisasikan kepada masyarakat. “Jika izinnya lengkap, berarti sudah disetujui oleh pemerintah. Namun, perusahaan tetap harus memenuhi hak dan kewajibannya. Perizinan akan dipermudah, namun mereka tidak boleh melanggar aturan yang berlaku,” tegasnya.

Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan masalah banjir dan dampak lingkungan di wilayah tersebut dapat segera diatasi.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Disandingkan dengan Foto Orang Hilang, Akhirnya Misteri Kerangka di Sagaranten Terungkap
Mengaku Bernama Yayan Asal Citepus, Kakek Ini Masih Dirawat di Griya Lansia Nagrak

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:39 WIB

Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:38 WIB

Pickup Bermuatan Kelapa Terguling dan Berbalik Arah di Tanjakan Buniwagi Palabuhanratu

Berita Terbaru