JURNALSUKABUMI.COM – Suara debur ombak menggelegar di antara karang-karang tajam Pantai Tenjoresmi, Palabuhanratu. Derak bambu tua sisa-sisa perahu nelayan yang karam berserakan di bibir pantai, menciptakan atmosfer yang menggetarkan jiwa. Inilah Karang Pamulang, salah satu titik paling misterius di garis pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Namun di balik kesan angker dan suara-suara alam yang seolah membawa pesan gaib, terdapat sebuah tempat sakral yang menyimpan warisan budaya dan spiritualitas lokal: Gua Ratu Karang Pamulang. Tempat ini bukan hanya menyajikan panorama alam yang eksotis, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata spiritual yang mendalam potensi luar biasa yang bisa dikembangkan oleh Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi.
Gua Ratu Karang Pamulang dijaga oleh Iwan Gunawan, generasi ketiga dari garis keturunan juru kunci yang telah merawat situs ini sejak era kolonial Belanda. Iwan bukan sekadar penjaga fisik gua, ia juga penjaga nilai-nilai adab dan spiritualitas yang selama ini menghidupi tempat tersebut.
“Kalau datangnya dengan niat baik dan adab yang benar, insyaAllah adem ayem,” ujar Iwan, Jumat (23/5/2025).
Gua alami ini memiliki kedalaman sekitar 10 meter, dengan ruang-ruang hening yang digunakan untuk riyadhah atau latihan spiritual. Tempat ini menjadi tujuan bagi mereka yang ingin menyucikan jiwa, mencari ketenangan batin, dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
Berbeda dengan destinasi wisata populer lainnya yang mengedepankan hiburan dan atraksi, Gua Ratu Karang Pamulang menawarkan ketenangan dan refleksi. Ini adalah hidden gem yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata spiritual oleh Dinas Pariwisata Sukabumi.
Dengan penataan yang tepat dan tetap menjaga nilai-nilai sakralnya, gua ini bisa menjadi magnet wisatawan, khususnya mereka yang mencari pengalaman spiritual, retreat, hingga healing journey.
Beberapa langkah pengembangan yang bisa dilakukan antara lain:
- Penyediaan fasilitas interpretasi sejarah dan budaya gua.
- Pelatihan pemandu spiritual lokal.
- Pengembangan paket wisata retreat dan meditasi.
- Promosi berbasis digital untuk memperluas jangkauan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam menghadapi era pariwisata modern, penting bagi Dispar Sukabumi untuk menyeimbangkan antara pelestarian nilai tradisional dan novasi destinasi. Gua Ratu Karang Pamulang tidak boleh menjadi komoditas kosong; ia harus tetap dihormati sebagai ruang spiritual. Pengembangan destinasi harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan, adab budaya, dan partisipasi masyarakat lokal.
Gua Ratu Karang Pamulang bukan sekadar gua ia adalah ruang spiritual, warisan leluhur, dan potensi wisata unggulan yang belum tergarap optimal. Dengan pendekatan yang bijak dan kolaboratif, Dinas Pariwisata Sukabumi dapat mengangkatnya sebagai destinasi wisata spiritual bertaraf nasional, bahkan internasional.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












