JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi terus mendorong terciptanya budaya peduli lingkungan di lingkungan pendidikan yang ada di sekolah sekolah.
Salah satu upaya nyata dilakukan, usai rapat persiapan usulan Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 yang digelar belum lama ini di Aula DLH, Komplek Perkantoran Jajaway, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.
Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, itu dihadiri sejumlah kepala sekolah dan perwakilan dari 11 sekolah yang telah memenuhi kriteria penerapan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (GPBLHS) dan akan diusulkan ke tingkat provinsi.
Kepala DLH Kabupaten Sukabumi Prasetyo melalui Kepala Bidang Kemitraan dan Penataan Hukum Lingkungan, Arlih Harliana, menjelaskan bahwa program Adiwiyata merupakan bentuk apresiasi dari pemerintah bagi sekolah yang berhasil menerapkan perilaku ramah lingkungan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang mampu mengintegrasikan enam aspek dalam GPBLHS diatas,” ujar Arlih dalam keterangannya, Kamis (22/5/2025)
“Enam aspek itu seperti pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi air dan energi, serta pengembangan kurikulum berbasis lingkungan. Sekolah yang memenuhi kriteria ini akan mendapat penghargaan sebagai Sekolah Adiwiyata, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional,” tambahnya.
Tahun ini, kata Arlih, DLH telah melakukan sosialisasi program GPBLHS kepada 100 sekolah di Kabupaten Sukabumi. Dari jumlah itu, 30 sekolah telah dibina dan dinilai untuk diusulkan sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten. Sementara 11 sekolah kini tengah didampingi secara intensif untuk diusulkan ke tingkat provinsi.
Serta satu sekolah sedang dipersiapkan menuju predikat Adiwiyata Nasional/Mandiri,” ucapnya
Menurut Arlih, program ini bukan sekadar formalitas atau kejar penghargaan semata, melainkan sebuah langkah penting untuk membentuk kebiasaan positif dalam pengelolaan lingkungan sejak dini.
“DLH memiliki tanggung jawab untuk membina, mendampingi, dan menilai sekolah-sekolah agar siap menjadi sekolah Adiwiyata,” tuturnya.
“Harapan kami, budaya peduli lingkungan ini tidak hanya menjadi rutinitas di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan yang terbawa hingga ke rumah dan lingkungan tempat tinggal siswa,” sambung dia.
Dengan program GPBLHS yang terus digalakkan, lanjut Arlih lagi, DLH Kabupaten Sukabumi berharap akan tumbuh generasi yang memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.
“Tentunya hal itu demi masa depan yang lebih baik, lingkungan bersih dan sehat,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












