JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi turut ambil bagian dalam Rapat Koordinasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025 yang digelar oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Rapat strategis yang dilaksanakan beberapa hari lalu ini dihadiri seluruh Dinas Sosial se-Kabupaten/Kota di Jawa Barat dan menjadi momen penting dalam penguatan akurasi data sosial-ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Ida Wahida Hidayati menekankan bahwa data yang akurat dan selalu diperbarui menjadi fondasi utama dalam menyusun program pengentasan kemiskinan.
“Saat ini, angka kemiskinan di Jawa Barat tercatat berada di angka 7,34%, dan DTSEN menjadi langkah konkret untuk menurunkannya,” ujarnya.
Termasuk Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi berperan aktif dalam proses verifikasi dan validasi lapangan atau ground check, yang menjadi inti dari pembentukan data tunggal.
“Kegiatan ini tak hanya sebatas administrasi, namun menuntut kehadiran langsung petugas untuk memastikan setiap informasi benar-benar mencerminkan kondisi riil masyarakat,” tuturnya.
Dalam rapat juga disampaikan arahan dari Menteri Sosial RI bahwa pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) wajib terlibat penuh dalam ground check.
“Ini untuk memastikan bahwa bantuan sosial tepat sasaran dan tidak ada lagi data ganda atau salah sasaran yang menghambat efektivitas program,” tambahnya.
Diketahui, Provinsi Jawa Barat saat ini tercatat sebagai peringkat ketiga nasional dalam pelaksanaan ground check DTSEN, dengan lima daerah terdepan yakni Kota Banjar, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Majalengka.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












