JURNALSUKABUMI.COM – Di balik euforia wisata Lebaran di kawasan Palabuhanratu, tumpukan sampah jadi warisan tahunan yang tak bisa dihindari.
Tercatat, selama H+1 hingga H+5 Lebaran 1446 H, kawasan wisata seperti Pantai Citepus, Karanghawu, dan Geyser Cisolok menghasilkan 33,6 ton sampah, didominasi oleh sisa makanan dan limbah plastik pengunjung.
Volume tersebut diangkut melalui 14 ritase truk milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah, seiring masih ramainya kunjungan wisata di beberapa titik pantai.
“Volume sampah naik signifikan. Rata-rata berasal dari aktivitas wisatawan seperti piknik, makan bersama, hingga konsumsi jajanan di pantai,” ujar Dede Jaenudin, Subkoordinator Kemitraan Lingkungan DLH, Senin (7/4/25).
Namun pengangkutan sampah bukan pekerjaan mudah. Truk-truk DLH sempat terhambat karena padatnya lalu lintas dan parkir liar di sekitar tempat penampungan sementara (TPS).
“Kami harus menunggu waktu yang memungkinkan agar truk bisa masuk. Koordinasi dengan petugas parkir dan pedagang jadi kunci agar pengangkutan tetap berjalan,” tambah Dede.
Herlan Handiansah, Sekretaris Paguyuban Pedagang RTH Citepus, mengakui sempat terjadi penumpukan karena sulitnya akses.
“Tapi semalam sudah diangkut. Kami juga ikut bantu bersih-bersih, karena sampah ini mencemari pemandangan dan kenyamanan pengunjung,” ungkapnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












