JURNALSUKABUMI.COM – Liburan ke pantai seharusnya jadi momen penuh suka cita. Namun bagi tiga pemuda asal Bekasi, gelombang laut Palabuhanratu nyaris mengubah cerita mereka menjadi tragedi.
Abit Bagus Anwar (19), Yosep Ramdani (18), dan Virnanda Kurniawan (19) awalnya hanya ingin bersenang-senang mengisi waktu libur dengan bermain air di Pantai Buffalo, Jumat pagi (4/4).
Tak ada yang menyangka, dalam hitungan detik, tawa mereka berubah menjadi jeritan panik, ketika arus kuat menyeret mereka menjauh dari bibir pantai.
“Tiba-tiba banyak yang teriak, orang-orang langsung lari ke arah pantai. Saya lihat mereka sudah jauh ke tengah,” kata Diky Nurzen, warga setempat yang menyaksikan kejadian itu.
Untungnya, keberadaan petugas gabungan dari Polairud dan Basarnas yang bersiaga di sekitar lokasi membuat proses penyelamatan bisa dilakukan dengan cepat.
Ketiga remaja itu berhasil ditarik ke daratan, meski satu di antaranya, Virnanda, harus dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya cukup lemah.
AKP Nandang Herawan dari Polairud Polres Sukabumi menegaskan pentingnya kesadaran wisatawan terhadap keselamatan.
“Pantai dengan bendera merah artinya berbahaya. Tapi sering kali pengunjung mengabaikan imbauan dan nekat berenang. Ini bukan tentang melarang orang bersenang-senang, tapi soal pulang ke rumah dengan selamat,” tambahnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












