Gema Takbir dan Mukul Bedug, Gus Uha: Ajang Pelestarian Budaya Islam

Minggu, 30 Maret 2025 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gema Takbir bakal menyambut kemeriahan malam lebaran Idul Fitri 1446 Hijriyah di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi yang bakal diiringi 17 tim mukul dulag/bedug.

Acara spektakuler ini berlangsung di Alun-alun Palabuhanratu pada Minggu malam (30/3/2025), dimulai pukul 20.00 WIB, dan diikuti oleh tim peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Diperkirakan ratusan warga turut hadir untuk menyaksikan perhelatan akbar ini.

Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun, atau biasa disapa Gus Uha mengatakan, acara ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga ajang silaturahmi serta pelestarian budaya Islam.

“Ini adalah wujud kebersamaan kita dalam menyambut hari kemenangan setelah menjalani ibadah Ramadan,” ungkapnya.

Dulag, alat musik tradisional yang menyerupai bedug dengan suara khasnya yang menggema, menjadi simbol utama dalam acara ini. Para peserta, yang terdiri dari berbagai kelompok masyarakat, berkompetisi memukul dulag dengan irama yang unik dan atraktif, menciptakan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan.

Tidak hanya sekadar perlombaan, Gema Takbir dan Mukul Dulag juga menjadi momentum bagi warga untuk mempererat hubungan sosial dan meningkatkan semangat keagamaan.

“Antusiasme masyarakat bakal luar biasa, mereka akan datang bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari kebersamaan yang lebih besar,” tambah Gus Uha.

Masih kata dia, acara ini pun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk tokoh agama dan pejabat daerah, yang berharap tradisi ini terus berlanjut di masa mendatang.

Dengan semakin besarnya partisipasi masyarakat, Gema Takbir dan Mukul Dulag Kabupaten Sukabumi diharapkan dapat menjadi ikon budaya Islami yang memperkuat identitas lokal serta meningkatkan rasa persaudaraan di tengah keberagaman.

“Dengan takbir yang terus berkumandang dan dulag yang terus ditabuh, Kabupaten Sukabumi kembali membuktikan bahwa kebersamaan dalam tradisi adalah salah satu kekuatan besar dalam membangun harmoni dan keberagamaan,” tandas Gus Uha.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Inovasi DKM Al-Muawanah Cimaja, Lumbung Beras Dhuafa Jadi Jembatan Kesejahteraan Warga
Guru Ngaji hingga Petugas Kebersihan, Muhibah Ramadan Antar 43 Warga Sukabumi Ke Tanah Suci
Dari Tahfiz hingga Sprint 100 Meter, 890 Santri Sukabumi Berebut Tiket Menuju PORSADIN Jabar
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
11 Ribu Peserta Siap Ikuti Khatam Akbar, Pemkab Sukabumi Pastikan Seluruh Persiapan Tuntas
Lantunan Al-Qur’an dan Senyum Anak Yatim Warnai Santunan Muharam Warung Sedekah
Milad Ke-54 DMI, Bupati: Jadikan Masjid dan Majelis Ilmu Benteng Pertahanan Moral Generasi
Camp Religi Mubarakah: Pemuda Masjid Dunia Kumpul di Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:52 WIB

Inovasi DKM Al-Muawanah Cimaja, Lumbung Beras Dhuafa Jadi Jembatan Kesejahteraan Warga

Senin, 27 Juli 2026 - 21:27 WIB

Guru Ngaji hingga Petugas Kebersihan, Muhibah Ramadan Antar 43 Warga Sukabumi Ke Tanah Suci

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:16 WIB

Dari Tahfiz hingga Sprint 100 Meter, 890 Santri Sukabumi Berebut Tiket Menuju PORSADIN Jabar

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi

Senin, 6 Juli 2026 - 18:29 WIB

11 Ribu Peserta Siap Ikuti Khatam Akbar, Pemkab Sukabumi Pastikan Seluruh Persiapan Tuntas

Berita Terbaru