JURNALSUKABUMI.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Perumda BPR Sukabumi. Kepala Cabang Cikembar, Yudi Eka Sembada, meninggal dunia pada Selasa (20/02/2025) pagi sekitar pukul 06.00 WIB setelah menjalani perawatan di RSUD R. Syamsudin, S.H. (RS Bunut).
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi rekan kerja dan para mitra yang mengenalnya sebagai sosok pemimpin yang bijaksana.
Menurut Kepala Seksi Pemasaran BPR Sukabumi Cabang Cikembar, Redi Iswandi, almarhum sebelumnya sempat menderita tipes sejak bulan lalu dan telah menjalani perawatan di RS Kartika selama tiga hari. Setelah kembali ke rumah, kondisinya memburuk hingga harus dilarikan ke rumah sakit lagi.
“Untuk sakitnya, saya tidak diberitahu secara pasti oleh keluarga. Namun, kondisinya tampak lemah dan kurang sehat. Beliau sempat menjalani operasi, sadar, dan masih bisa berbicara meskipun tampak menahan sakit,” ujar Redi, Jumat (21/2/2025).
Pada Senin malam (19/02), sekitar pukul 20.00 WIB, kondisi almarhum semakin kritis. Keluarga segera membawanya ke UGD RS Bunut dalam keadaan tidak sadarkan diri. Namun, takdir berkata lain. Selasa pagi, Yudi Eka Sembada menghembuskan napas terakhirnya.
Kepergian Yudi Eka Sembada meninggalkan kesan mendalam bagi para kolega. Redi mengungkapkan bahwa beliau bukan hanya sosok pemimpin, tetapi juga panutan bagi karyawan dan rekan-rekan di lingkungan BPR Sukabumi.
“Kebaikannya sulit diungkapkan dengan kata-kata. Beliau selalu mengutamakan musyawarah dalam setiap keputusan. Tidak hanya di internal kantor, tetapi juga dengan kepala desa, camat, kapolsek, dan danramil. Semua merasa kehilangan,” tutur Redi.
Sebagai seorang pemimpin, Yudi dikenal tegas namun penuh kebijaksanaan. Ia selalu mendukung dan membimbing karyawannya agar bisa berkembang.
Kehadirannya yang hangat membuat banyak orang merasa dekat dengannya, baik di lingkungan kerja maupun dalam hubungan profesional dengan pemerintah daerah dan aparat setempat.
Seluruh jajaran BPR Sukabumi ikut berduka atas kepergian Yudi Eka Sembada. Sejumlah pegawai langsung menuju rumah sakit untuk mengantarkan jenazah ke rumah duka dan memberikan penghormatan terakhir.
“Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Kami benar-benar merasa kehilangan,” ujar Redi.
Duka yang mendalam tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar BPR Sukabumi, tetapi juga oleh para mitra kerja dan masyarakat yang mengenal sosok almarhum.
“Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi dunia perbankan daerah yang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












